Scroll untuk baca artikel
BERITA

Lapas Wahai Evaluasi Layanan SAPA-BINA

Qiran
90
×

Lapas Wahai Evaluasi Layanan SAPA-BINA

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas III Wahai melaksanakan survei kepuasan berbasis digital, Rabu (8/7/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melaksanakan survei kepuasan berbasis digital, untuk mengevaluasi inovasi layanan kesehatan Sinergi Aksi Pelayanan Aktif bagi Warga Binaan (SAPA-BINA).

Hasil penilaian menunjukkan mayoritas warga binaan menyatakan sangat puas, dengan pelayanan yang diberikan.

Survei dilaksanakan pada Rabu (8/7/2026) di ruang Wartel Khusus Pemasyarakatan (Wartelsuspas) Lapas Wahai.

Di bawah pendampingan dan pengawasan petugas, warga binaan menggunakan perangkat yang tersedia, untuk mengisi kuesioner melalui Google Form.

Dalam kegiatan ini, warga binaan menilai berbagai aspek: pelaksanaan dan manfaat program, dampak layanan, tingkat kepuasan menyeluruh, serta menyampaikan saran dan masukan sebagai bahan perbaikan.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menjelaskan, survei ini merupakan wujud komitmen memastikan layanan kesehatan benar-benar menjawab kebutuhan warga binaan.

“Kami ingin transparan mengukur sejauh mana SAPA-BINA memenuhi harapan. Penilaian jujur dari mereka sangat berharga, sebagai dasar peningkatan kualitas pelayanan ke depan,” ujarnya.

Keterlibatan aktif warga binaan dalam evaluasi dinilai penting, untuk membangun pelayanan pemasyarakatan yang lebih baik, transparan, dan berorientasi pada pemenuhan hak dasar.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi menambahkan, sistem survei digital mempermudah pengumpulan dan pengolahan data, sehingga hasilnya cepat diketahui dan akurat.

“Ini membantu kami menentukan aspek mana yang sudah baik dipertahankan, serta mana yang perlu segera ditingkatkan demi kenyamanan dan keamanan bersama,” katanya.

Hasil survei mencatat respon positif: warga binaan menilai pelayanan kini lebih cepat, responsif, serta memiliki alur yang lebih jelas dan transparan dibanding sistem sebelumnya.

Selain memberikan penilaian, mereka juga menyampaikan masukan konstruktif bagi pengembangan fasilitas.

Salah satu warga binaan berinisial DS menyatakan, SAPA-BINA membawa perubahan nyata.

“Sekarang berobat atau konsultasi jauh lebih mudah dan cepat. Kami juga merasa dihargai, karena suara kami benar-benar didengar,” ungkapnya.

Lapas Wahai berencana melaksanakan survei kepuasan serupa secara rutin setiap triwulan, sebagai instrumen evaluasi sekaligus wadah aspirasi.

Melalui pemantauan berkelanjutan, Lapas Wahai juga berharap, layanan kesehatan semakin humanis, responsif, dan menjamin hak-hak warga binaan terpenuhi sepenuhnya.

Example 400x400