AMBON | MantikNews.com – Atmosfer kemeriahan Piala Dunia 2026 turut terasa hingga ke dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Puluhan warga binaan bersama para petugas larut dalam semangat pertandingan, saat mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar), yang digelar di Beranda Mesra Lapas Wahai, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, melainkan juga merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian, yang memberikan ruang rekreasi bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Pelaksanaannya sekaligus merupakan bentuk pemenuhan hak rekreasional narapidana, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya mengatakan, pihaknya senantiasa berupaya menghadirkan suasana yang lebih humanis, melalui berbagai kegiatan positif, termasuk momen menonton bersama pertandingan sepak bola tingkat dunia.
“Warga binaan juga berhak mendapatkan sarana rekreasi, untuk melepas penat sekaligus melatih jiwa sportivitas. Ini adalah cara kami memanusiakan manusia, menciptakan suasana kekeluargaan tanpa sedikit pun melupakan aspek keamanan dan ketertiban, di lingkungan Lapas,” ujar Tersih.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga sangat memperhatikan kondisi psikologis warga binaan, agar mereka tetap termotivasi dalam menjalani seluruh proses pembinaan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menilai, momen nobar mampu memberikan dampak positif yang nyata, karena menghadirkan suasana yang lebih segar di tengah rutinitas pembinaan yang berlangsung setiap hari.
“Apabila rutinitas pembinaan sehari-hari menimbulkan rasa kejenuhan bagi sebagian dari mereka, maka melalui momen Piala Dunia ini, antusiasme dan senyum kembali terlihat jelas. Kegiatan ini juga menjadi sarana yang efektif bagi para petugas, untuk lebih dekat dengan warga binaan, sehingga tercipta komunikasi yang baik dan harmonis di lingkungan Lapas Wahai,” katanya.
Pertandingan antara tim Belanda melawan Tunisia yang disaksikan bersama berlangsung sangat meriah.
Sorak-sorai dan tepuk tangan beberapa kali terdengar nyaring ketika tim yang menjadi favorit para penonton berhasil mencetak gol, sehingga menciptakan suasana penuh keakraban yang hangat antara petugas dan warga binaan.
Salah seorang warga binaan berinisial HB mengaku sangat senang, dapat menikmati pertandingan bersama-sama.
Ia pun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran Lapas Wahai, yang telah memberikan kesempatan berharga tersebut.
“Kami sangat senang dan berterima kasih kepada seluruh jajaran lapas. Di sini kami tidak merasa terasingkan. Nobar ini sangat menghibur, membuat kami bisa melupakan beban sejenak, serta belajar menjaga kekompakan dan sportivitas bersama teman-teman di blok hunian,” ungkapnya.
Pihak Lapas Wahai memastikan, bahwa berbagai kegiatan rekreasi yang dipadukan dengan program pembinaan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan yang humanis dan tetap mengedepankan aspek keamanan, diharapkan para warga binaan dapat menjalani masa pidana dengan sikap yang lebih positif, serta memiliki bekal yang cukup untuk kembali berperan, sebagai anggota masyarakat yang produktif setelah nantinya memperoleh kebebasan.













