Scroll untuk baca artikel

BERITA

Lapas Wahai Tutup Pekan Aksi Merdeka dengan Lomba Karaoke Warga Binaan

Qiran
98
×

Lapas Wahai Tutup Pekan Aksi Merdeka dengan Lomba Karaoke Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Lomba karaoke yang melibatkan warga binaan Lapas Wahai, Sabtu (15/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mengakhiri seluruh rangkaian Pekan Aksi Merdeka Tahun 2026, melalui lomba karaoke yang melibatkan warga binaan, Sabtu (15/8/2026).

Berlangsung di lapangan blok Lapas Wahai mulai pukul 09.00 WIT, kegiatan tersebut menjadi penutup dari berbagai agenda yang telah dilaksanakan sejak 10 Agustus, dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Suasana semarak terlihat saat para peserta tampil membawakan lagu di hadapan dewan juri dan warga binaan lainnya.

Sebanyak 16 peserta ambil bagian dalam perlombaan dengan menyanyikan lagu wajib “Indonesia Jaya”, serta lagu pilihan sesuai kemampuan masing-masing.

Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan, untuk menampilkan kemampuan, membangun keberanian tampil di depan umum, sekaligus menciptakan suasana positif di lingkungan Lapas.

Kemeriahan Pekan Aksi Merdeka sebelumnya juga diwarnai kegiatan yang melibatkan Dharma Wanita. Pada Jumat (14/8/2026), digelar lomba merias wajah petugas dengan mata tertutup.

Konsep lomba yang cukup unik tersebut membuat peserta harus mengandalkan kreativitas dan perkiraan, ketika merias pasangan masing-masing. Berbagai ekspresi lucu dan kesalahan saat merias pun memunculkan gelak tawa peserta maupun penonton.

Kegiatan itu sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan, dan kekompakan antar anggota Dharma Wanita, serta keluarga besar Lapas Wahai.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak, yang telah terlibat dalam pelaksanaan Pekan Aksi Merdeka.

Ia menilai, rangkaian kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan, karena menjadi ruang untuk menumbuhkan kreativitas, sportivitas, kebersamaan, serta membangun atmosfer yang sehat di lingkungan pemasyarakatan.

Lomba merias wajah, yang digelar Lapas Wahai. Foto-Ist/MANTIK

“Pekan Aksi Merdeka bukan sekadar rangkaian perlombaan, tetapi menjadi momentum untuk membangun kebersamaan, kreativitas, sportivitas, dan suasana positif di lingkungan Lapas. Saya mengapresiasi seluruh peserta, yang telah mengikuti setiap kegiatan dengan antusias. Semoga semangat kebersamaan ini terus kita jaga,” kata Tersih.

Sementara itu, Liska Laisina, salah satu peserta lomba rias wajah dari Dharma Wanita mengaku, kegiatan tersebut memberikan kesan tersendiri.

Menurutnya, tantangan merias dengan mata tertutup memang tidak mudah, namun justru menciptakan suasana yang menyenangkan.

“Awalnya kami merasa cukup sulit, karena harus merias dengan mata tertutup. Tetapi justru di situlah keseruannya. Kami bisa tertawa bersama, dan semakin kompak dengan pasangan,” ujarnya.

Dari kalangan warga binaan, peserta berinisial RL juga menyambut positif lomba karaoke.

Ia mengaku senang, dapat diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan bernyanyi, sekaligus mengikuti kegiatan bersama peserta lainnya.

“Kami sangat senang bisa ikut lomba karaoke. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini membuat kami lebih percaya diri dan bisa menyalurkan bakat,” katanya.

Pekan Aksi Merdeka Lapas Wahai 2026 yang berlangsung selama enam hari mengusung semangat “Merdeka dalam Kreativitas, PRIMA dalam Pelayanan, MESRA dalam Kebersamaan”.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Lapas Wahai berupaya menjadikan momentum kemerdekaan, sebagai sarana membangun kebersamaan, dan menghadirkan aktivitas positif bagi seluruh warga binaan maupun jajaran petugas.

Dengan berakhirnya lomba karaoke, rangkaian Pekan Aksi Merdeka secara resmi ditutup. Namun, semangat kebersamaan, kreativitas, dan pelayanan yang menjadi pesan utama kegiatan diharapkan, tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di Lapas Kelas III Wahai.

Example 400x400