Scroll untuk baca artikel
BERITA

Wali Kota: Latsar Harus Bentuk CPNS Menjadi Pelayan Masyarakat yang Profesional

Qiran
89
×

Wali Kota: Latsar Harus Bentuk CPNS Menjadi Pelayan Masyarakat yang Profesional

Sebarkan artikel ini
Pembukaan kegiatan Latsar Tahun 2026, yang diikuti oleh 930 orang CPNS Golongan II dan III, di lingkungan Pemkot Ambon, di Ballroom MCM, Tantui, Selasa (23/6/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, bahwa Pelatihan Dasar (Latsar) bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) harus menjadi momentum pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mentalitas pelayanan, agar mampu menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat secara profesional.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota, saat membuka kegiatan Latsar Tahun 2026, yang diikuti oleh 930 orang CPNS Golongan II dan III, di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, di Ballroom MCM, Tantui, Selasa (23/6/2026).

Menurut Wali Kota, Latsar merupakan tahapan krusial yang wajib diikuti oleh setiap CPNS, sebelum diangkat secara sah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Melalui pelatihan tersebut, pemerintah berupaya memastikan para CPNS memiliki bekal pengetahuan, karakter, serta pemahaman yang baik terhadap tugas dan tanggung jawabnya selaku Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Menjadi PNS bukanlah tugas yang ringan. Dibutuhkan pengetahuan yang memadai, karakter yang baik, serta pemahaman yang menyeluruh mengenai tugas pokok dan fungsi, serta mampu memaknai tugas melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, setiap orang yang akan diangkat menjadi CPNS wajib melalui tahapan Latsar ini,” kata Wali Kota.

Ia menjelaskan, bahwa salah satu tujuan utama pelaksanaan Latsar adalah, mendorong terjadinya perubahan perilaku pada diri para peserta.

Seorang ASN, ujarnya, harus mampu meninggalkan pola pikir yang berorientasi pada kepentingan pribadi, dan mulai menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama dalam setiap tindakannya.

Selain itu, para CPNS juga diharapkan memiliki tingkat kedisiplinan dan loyalitas yang tinggi, serta pemahaman yang mendalam mengenai tugas pokok dan fungsi yang akan dijalankan, di masing-masing perangkat daerah tempat mereka bertugas nanti.

Wali Kota mengingatkan, bahwa budaya kerja ASN harus dibangun di atas landasan profesionalisme. Karena itu, setiap pegawai perlu untuk tetap fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab, yang telah diberikan sesuai dengan batas kewenangannya.

“Budaya kerja yang ingin kita bentuk dari para CPNS adalah, bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Sebab, jika bekerja di luar koridor tersebut, justru akan bersinggungan dengan banyak pihak. Laksanakan saja tugas pokok dan fungsi dengan benar, itu sudah menjadi kerja yang tepat sebagai seorang PNS,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya proses pembentukan karakter selama mengikuti Latsar.

Menurutnya, menjadi pelayan masyarakat membutuhkan kemampuan mengendalikan diri, mengelola emosi dengan baik, serta kesiapan untuk menerima kritik, dan masukan yang disampaikan oleh masyarakat.

“Membentuk karakter Saudara sekalian menjadi pelayan masyarakat itu tidaklah mudah. Harus tahan menghadapi tekanan emosi, siap dikoreksi dan dikritik oleh masyarakat. Kita belajar bagaimana membentuk diri menjadi seorang pelayan yang mengakui, bahwa tuannya adalah masyarakat,” tegasnya.

Wali Kota berharap, seluruh peserta dapat memanfaatkan momen Latsar ini sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas diri, sekaligus membangun rasa solidaritas, jiwa korsa, kebanggaan, dan rasa memiliki yang tinggi terhadap profesi sebagai ASN.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Maluku, Hadi Sulaiman menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang akan mengikuti rangkaian kegiatan Latsar.

Ia menjelaskan, ke-930 CPNS Pemkot Ambon tersebut akan mengikuti pelatihan secara bertahap dalam 12 gelombang dan 24 angkatan, mengingat keterbatasan kapasitas penyelenggaraan.

Menurut Hadi, Latsar merupakan bagian terpenting dalam membentuk ASN yang berkarakter BerAKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Ia juga menyampaikan apresiasi, atas komitmen Pemkot Ambon yang memastikan seluruh CPNS-nya mengikuti Latsar, sebagai upaya mencetak aparatur yang mampu menjadi agen perubahan positif dalam birokrasi.

“Hakikat utama dari pelaksanaan Latsar ini adalah, pembentukan karakter sebagai ASN BerAKHLAK. Karena itu, haruslah bangga dan bersyukur, karena terpilih di antara ribuan pencari kerja lainnya,” tandas Hadi.

Example 400x400