Scroll untuk baca artikel
BERITA

Penghargaan Kalpataru Lestari Jadi Bukti Putra Ambon Mampu Berprestasi di Tingkat Nasional

Qiran
50
×

Penghargaan Kalpataru Lestari Jadi Bukti Putra Ambon Mampu Berprestasi di Tingkat Nasional

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat menyerahkan dana pembinaan dari Pemkot Ambon, dalam apel pagi Pemkot Ambon, di halaman Balai Kota Ambon, Senin (22/6/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya, atas penghargaan Kalpataru Lestari yang diterima oleh pegiat lingkungan asal Kota Ambon, Wurmway Diromosi, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Menurut Toisutta, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi keberhasilan dan kebanggaan pribadi, melainkan juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kota Ambon, karena menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan mampu melahirkan karya, dan mendapatkan pengakuan di tingkat nasional.

“Penghargaan ini membuktikan, bahwa dengan kerja keras, komitmen, dan ketekunan, masyarakat Kota Ambon mampu menghadirkan perubahan yang berdampak luas. Ini adalah kebanggaan bagi kita semua,” kata Toisutta, saat memberikan sambutan pada apel pagi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, di halaman Balai Kota Ambon, Senin (22/6/2026).

Toisutta mengatakan, keberhasilan yang diraih Wurmway merupakan contoh nyata bagaimana upaya pelestarian lingkungan tidak harus selalu dimulai dari program berskala besar, melainkan dapat berawal dari kepedulian terhadap persoalan, yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Menurutnya, konsistensi yang ditunjukkan Wurmway selama bertahun-tahun dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah, layak dijadikan teladan bagi seluruh warga Kota Ambon, khususnya generasi muda.

“Apa yang dilakukan Pak Wurmway menunjukkan, bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana. Ketika hal itu dilakukan secara terus-menerus dan melibatkan banyak pihak, dampaknya akan sangat besar, dan bahkan mampu membawa pengakuan di tingkat nasional,” ujarnya.

Toisutta menilai, penghargaan Kalpataru Lestari tersebut juga menjadi bukti nyata, bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan semata, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, melalui berbagai inovasi yang dikembangkan.

Ia mengapresiasi berbagai terobosan yang telah dilakukan, mulai dari pemanfaatan limbah rumah tangga hingga pengolahan bahan-bahan yang selama ini dianggap tidak bernilai, menjadi produk yang memiliki manfaat serta nilai jual yang tinggi.

“Pengelolaan sampah yang dilakukan secara kreatif mampu memberikan manfaat ganda. Lingkungan menjadi lebih bersih, sementara masyarakat juga mendapatkan nilai ekonomi dari hasil pengolahan limbah tersebut. Hal inilah yang perlu terus didorong dan dikembangkan,” katanya.

Toisutta berharap, prestasi tersebut dapat memotivasi lebih banyak lagi warga, untuk terlibat aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan.

Menurutnya, tantangan dalam pengelolaan sampah, dan upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat.

“Jika semakin banyak masyarakat yang peduli dan mau berinovasi, seperti yang dilakukan Pak Wurmway, saya yakin Ambon akan menjadi kota yang semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wurmway Diromosi mengungkapkan rasa syukur yang mendalam, atas penghargaan yang telah diterimanya.

Ia menjelaskan, bahwa perjalanan panjang yang ditempuhnya selama kurang lebih sepuluh tahun ini, berangkat dari rasa keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan, khususnya persoalan sampah yang menumpuk di kawasan Batu Gajah.

Menurut Wurmway, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah sesungguhnya bukan terletak pada jumlah sampah yang dihasilkan, melainkan pada tingkat kesadaran masyarakat, serta pemanfaatan teknologi yang tepat guna untuk mengelolanya.

“Masalah sampah sebenarnya bukan terletak pada sampah itu sendiri, melainkan pada karakter masyarakat dan teknologi yang digunakan. Jika masyarakat memiliki kesadaran yang baik, serta didukung oleh teknologi sederhana yang tepat, maka persoalan sampah dapat diatasi dengan baik,” jelasnya.

Ia menuturkan, bahwa berbagai inovasi yang dikembangkan bersama masyarakat setempat telah menghasilkan beragam produk yang bernilai guna, sekaligus bernilai ekonomi.

Beberapa diantaranya adalah, pemanfaatan serat buah durian untuk kebutuhan peralatan rumah tangga, serta pengolahan minyak jelantah menjadi produk sabun yang dapat digunakan kembali.

Wurmway juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkot Ambon, yang selama ini senantiasa memberikan dukungan terhadap berbagai program kerja lingkungan yang dijalankannya.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat merupakan faktor penentu keberhasilan, dalam mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah di tingkat komunitas.

Penghargaan Kalpataru Lestari yang diterima Wurmway semakin menambah panjang daftar prestasi, yang telah mengharumkan nama baik Kota Ambon di tingkat nasional.

Diharapkan, keberhasilan tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya lebih banyak lagi inovator lingkungan, yang mampu menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masa depan daerah.

Example 400x400