Scroll untuk baca artikel
BERITA

Lapas Wahai Bersama KUA dan MTsN Lakukan Renovasi Masjid

Qiran
46
×

Lapas Wahai Bersama KUA dan MTsN Lakukan Renovasi Masjid

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas III Wahai menginisiasi kegiatan bakti sosial berupa renovasi masjid, melalui kolaborasi lintas instansi di wilayah Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (14/6/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menginisiasi kegiatan bakti sosial berupa renovasi masjid, melalui kolaborasi lintas instansi di wilayah Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (14/6/2026).

Kegiatan gotong royong tersebut melibatkan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Seram Utara, dan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Maluku Tengah.

Aksi sosial ini menjadi wujud nyata sinergi antar instansi, dalam meningkatkan kepedulian terhadap fasilitas ibadah, sekaligus mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat.

Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Wahai, Usman Bakri, yang mewakili Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan, momentum Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai kesempatan, untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Menurutnya, renovasi masjid yang dilakukan secara gotong royong tidak hanya bertujuan memperbaiki sarana ibadah, melainkan juga menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi antara lembaga pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat luas.

“Kami ingin menularkan semangat hijrah ke arah yang lebih baik. Melalui kolaborasi dengan KUA dan MTsN 3 Maluku Tengah ini, kami berharap masjid yang direnovasi dapat memberikan kenyamanan bagi para jamaah, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara Lapas dengan masyarakat dan instansi pendidikan di Wahai,” ujar Usman.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar yang turut merasakan manfaat langsung dari perbaikan fasilitas ibadah.

Selain memperindah kondisi fisik bangunan masjid, aksi gotong royong ini dinilai mampu menumbuhkan kembali nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial, yang merupakan bagian dari budaya masyarakat setempat.

Kepala KUA Kecamatan Seram Utara, Maqatita Rumbaroa menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang digagas oleh Lapas Wahai.

Ia menilai kegiatan tersebut merupakan bentuk dakwah bil hal atau dakwah melalui tindakan nyata, yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Momentum Tahun Baru Islam ini menjadi pengingat bagi kita semua, untuk kembali memupuk rasa kepedulian. Renovasi masjid bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, melainkan juga membangun kedekatan antarinstansi dan masyarakat,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala MTsN 3 Maluku Tengah, Noni Kaimudin. Ia menilai keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran karakter yang efektif, karena memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya gotong royong, dan pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sangat mendukung penuh keterlibatan siswa bersama jajaran Lapas Wahai, dalam renovasi masjid ini. Ini adalah, wujud pendidikan karakter yang sesungguhnya. Selain belajar teori di madrasah, siswa diajarkan langsung bagaimana bersosialisasi dan mengamalkan nilai-nilai agama melalui gotong royong nyata di lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro menilai, kolaborasi yang dibangun Lapas Wahai menjadi bukti bahwa institusi pemasyarakatan semakin terbuka, dan hadir sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat.

Ia mengatakan, pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada tugas pembinaan warga binaan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan sosial, dan kehidupan keagamaan di lingkungan sekitar.

“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi lintas sektoral, yang dilakukan oleh Lapas Wahai bersama KUA dan MTsN 3 Maluku Tengah. Kegiatan ini membuktikan, bahwa lapas tidak lagi menjadi institusi yang eksklusif, melainkan bagian dari elemen masyarakat yang aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial dan keagamaan,” tegasnya.

Melalui kegiatan bakti sosial tersebut, Lapas Wahai berharap, semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus berlanjut melalui berbagai program sosial lainnya.

Sinergi antara unsur pemasyarakatan, keagamaan, pendidikan, dan masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi pembangunan sosial, serta penguatan nilai-nilai keagamaan di Kabupaten Maluku Tengah.

Example 400x400