Scroll untuk baca artikel
BERITA

Wali Kota Ambon: Sensus Ekonomi Jadi Penentu Arah Kebijakan Pemerintah

91
×

Wali Kota Ambon: Sensus Ekonomi Jadi Penentu Arah Kebijakan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Kegiatan bertajuk “Arika Deng Sensus Ekonomi 2026”, yang digelar oleh BPS di Amaris Hotel Ambon, Selasa (26/5/2026). Foto-Ist/MANTIK

Ambon | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengajak masyarakat dan pelaku usaha, untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan menyampaikan data yang benar dan valid.

Ia menegaskan, kualitas data sangat menentukan ketepatan kebijakan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Data yang akurat menjadi kunci utama, agar kebijakan pemerintah tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya, saat menghadiri kegiatan bertajuk “Arika Deng Sensus Ekonomi 2026”, yang digelar oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Amaris Hotel Ambon, Selasa (26/5/2026).

Wali Kota menegaskan, bahwa pelaksanaan sensus ekonomi memiliki peran strategis, dalam memotret kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari perkembangan usaha hingga potensi sektor ekonomi yang terus tumbuh.

“Data yang dihasilkan dari sensus ekonomi akan menjadi dasar pemerintah, dalam menyusun kebijakan. Kalau datanya tidak benar, maka kebijakan dan intervensi pemerintah juga bisa salah arah,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting, karena akan mencatat perkembangan berbagai sektor usaha yang terus mengalami perubahan, termasuk ekonomi digital yang kini berkembang pesat.

Ia menyebut, profesi baru seperti kreator konten, influencer, hingga pembuat konten di platform digital kini telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat, yang perlu didata secara menyeluruh.

“Sekarang banyak pekerjaan baru yang dulunya belum ada, tetapi sudah memberi kontribusi ekonomi yang besar. Ini harus masuk dalam pendataan, agar pemerintah memiliki gambaran ekonomi yang utuh,” katanya.

Wali Kota juga mengungkapkan, bahwa sektor perdagangan masih menjadi tulang punggung ekonomi Kota Ambon berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tahun 2025, disusul oleh sektor jasa, industri pengolahan, keuangan, dan pariwisata.

Selain berfungsi memotret aktivitas usaha, sensus ekonomi juga dinilai penting, untuk mendukung program sosial pemerintah, termasuk penyaluran bantuan kepada masyarakat.

Wali Kota menyoroti masih adanya persoalan penyaluran bantuan sosial, yang tidak tepat sasaran, akibat data yang kurang akurat.

“Kadang yang layak menerima bantuan justru tidak mendapatkannya, sementara yang sebenarnya mampu malah menerima bantuan. Karena itu, data yang benar sangat penting,” tegas Wali Kota.

Kepada para pelaku usaha, dia meminta dukungan penuh dengan memberikan informasi, yang sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus.

Ia memastikan, seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya, dan tidak berkaitan dengan kepentingan perpajakan.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus berupaya menciptakan iklim usaha yang sehat, dan mendukung investasi. Dukungan dari pelaku usaha melalui pemberian data yang jujur tentu sangat membantu pemerintah,” ujarnya.

Wali Kota menambahkan, Pemkot Ambon turut mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,melalui berbagai langkah sosialisasi, mulai dari penerbitan surat edaran, kampanye melalui media sosial, hingga koordinasi dengan pemerintah desa, negeri, dan kelurahan.

Wali Kota juga menekankan, bahwa data merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah.

“Data yang baik adalah, harta karun bagi pemerintah. Dari data yang akurat, pemerintah bisa menjaga stabilitas ekonomi dan menyusun program, yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tandas Wali Kota.

Example 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *