BERITA
Dari Duka ke ITB: Kisah Assyifa Kirim Kabar Kelulusan ke Nomor Mendiang Ibunda
Pariaman | MantikNews.com – Kisah haru datang dari Assyifa Rahma Fiandra (17), siswi SMAN 1 Pariaman, Sumatera Barat, dikutip dari beberapa media yang sedang viral tentang Assyifa Rahma Fiandra yang berhasil lolos ke Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Di balik capaian tersebut, tersimpan cerita pilu yang menyentuh hati.
Keberhasilan ini terasa istimewa karena Assyifa mempersembahkannya untuk sang ibu, almarhumah Fitriani, yang meninggal dunia pada 2023 akibat kecelakaan. Meski telah tiada, Assyifa tetap mengirimkan kabar bahagia itu melalui pesan WhatsApp ke nomor ibunya.
“Alhamdulillah diterima di ITB, bunda,” ujar Assyifa, mengenang pesan yang ia kirim, Senin (6/4/2026).
Peristiwa tragis yang merenggut nyawa sang ibu terjadi pada 26 Oktober 2023, saat Fitriani mengantar Assyifa ke sekolah. Keduanya ditabrak mobil di persimpangan jalan. Assyifa sempat terseret sekitar 20 meter dan menjalani operasi, sementara ibunya koma selama tiga hari sebelum akhirnya meninggal dunia.
Meski dihantam kehilangan mendalam, Assyifa tidak larut dalam duka. Ia justru bangkit dan terus menorehkan prestasi di bidang akademik, khususnya ilmu kebumian. Sejumlah penghargaan berhasil diraih, termasuk juara dalam olimpiade kebumian tingkat sekolah dan regional.
Menjelang pengumuman SNBP, rasa cemas sempat menghantui. Assyifa kembali menuliskan kegelisahannya kepada sang ibu melalui pesan singkat.
“Bunda, besok pengumuman SNBP. Kalau tidak lolos bagaimana?” tulisnya.
Namun, hasil yang diterima justru di luar dugaan. Assyifa dinyatakan lolos di Program Studi Geologi ITB, jurusan yang sesuai dengan minat dan prestasinya.
“Jujur saya tidak menyangka. Ini kado untuk bunda,” ungkapnya haru.
Kabar kelulusan tersebut bahkan menarik perhatian pihak kampus. Rektor ITB Tatacipta Dirgantara bersama tim datang langsung ke kediaman Assyifa di Jalan Malalak, Desa Apar, Pariaman Utara, pada Jumat (3/4/2026), sebagai bentuk apresiasi.
“Kami menunggu di Bandung,” ujar Assyifa menirukan pesan dari rektor.
Rencananya, Assyifa akan memulai perkuliahan pada Juni 2026. Kisahnya menjadi potret keteguhan seorang anak yang mampu bangkit dari kehilangan, sekaligus bukti bahwa kerja keras dan doa dapat mengantarkan pada masa depan yang gemilang.