BERITA

Lapas Wahai Gelar Razia Gabungan Temukan Dua Paku dan Gelas Keramik

Qiran
22
×

Lapas Wahai Gelar Razia Gabungan Temukan Dua Paku dan Gelas Keramik

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas III Wahai dan Polsek melakukan pemeriksaan rutin blok hunian, Senin (2/11/2026) malam. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Upaya menjaga stabilitas keamanan di lingkungan pemasyarakatan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Salah satunya melalui pemeriksaan rutin blok hunian, yang melibatkan personel Kepolisian Sektor (Polsek) Wahai, Senin (2/11/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memastikan tidak ada benda berbahaya maupun barang terlarang, yang disimpan oleh warga binaan di dalam kamar hunian.

Pengawasan dilakukan dengan memeriksa kondisi kamar secara menyeluruh. Petugas gabungan tidak hanya mengecek barang-barang milik warga binaan, tetapi juga menelusuri sejumlah bagian kamar yang berpotensi digunakan, untuk menyembunyikan benda terlarang, seperti lemari pakaian, kasur, ventilasi, serta sudut-sudut ruangan.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem pengamanan yang lebih kuat, melalui koordinasi lintas instansi. Menurutnya, pengawasan terhadap blok hunian perlu dilakukan secara berkelanjutan, agar potensi gangguan keamanan dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

“Pengamanan Lapas tidak bisa hanya mengandalkan pengawasan internal. Karena itu, kerja sama dengan Polsek Wahai menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan bersama. Kami ingin memastikan, kondisi Lapas tetap terkendali dan tidak menjadi tempat peredaran handphone, narkoba maupun benda-benda yang dapat membahayakan keamanan,” ujar Tersih.

Melalui kegiatan tersebut, Tersih menegaskan komitmen Lapas Wahai, untuk tidak memberikan ruang bagi keberadaan benda-benda berbahaya maupun barang terlarang di lingkungan hunian warga binaan. Pengawasan internal, dan koordinasi dengan kepolisian pun akan terus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan, serta ketertiban penyelenggaraan pemasyarakatan.

Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban (Kamtib), Abdul Azis menjelaskan, pemeriksaan tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan ketelitian, serta tetap berpedoman pada prosedur operasional yang berlaku.

Ia menyebutkan, keterlibatan personel kepolisian memberikan dukungan tambahan dalam pelaksanaan pemeriksaan, sehingga pengawasan terhadap seluruh area hunian dapat berjalan lebih optimal.

“Pemeriksaan dilakukan, untuk memastikan setiap kamar hunian berada dalam kondisi aman. Kami juga mengedepankan pelaksanaan tugas sesuai SOP, sehingga penggeledahan berlangsung tertib dan tidak mengabaikan ketentuan yang berlaku,” jelas Azis.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan dua buah paku dan satu gelas berbahan keramik. Meski tidak ditemukan barang bukti berupa handphone maupun narkoba dalam hasil temuan yang dilaporkan, benda-benda tersebut tetap diamankan, karena berpotensi disalahgunakan dan mengganggu keamanan di dalam Lapas.

Seluruh barang temuan kemudian dibawa ke ruang Kamtib untuk dilakukan pendataan sebelum diproses lebih lanjut untuk dimusnahkan.

Dari pihak kepolisian, Aipda R. Minangkabau mengapresiasi koordinasi yang dibangun bersama jajaran Lapas Wahai. Ia menilai, keterlibatan antar instansi menjadi salah satu faktor penting, dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

“Kami mendukung langkah Lapas Wahai dalam meningkatkan pengawasan, dan mencegah potensi gangguan keamanan. Sinergi seperti ini perlu terus dijaga, karena keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama, terutama dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Wahai,” ungkapnya.

Example 400x400