BERITA

Blok Masela Menanti SDM Terampil: Workshop Pengelasan di Politeknik Negeri Ambon Siapkan Generasi Muda Maluku

17
×

Blok Masela Menanti SDM Terampil: Workshop Pengelasan di Politeknik Negeri Ambon Siapkan Generasi Muda Maluku

Sebarkan artikel ini
Pemberdayaan siswa SMK Negeri 7 Kabupaten Kepulauan Tanimbar, melalui Workshop Keterampilan Dasar Las Manual Metal, yang berlangsung di Laboratorium Las, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Ambon, 26–30 Oktober 2026. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Pembangunan Proyek LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar menjadi salah satu momentum penting bagi masa depan pembangunan ekonomi Maluku. Proyek strategis nasional dengan nilai investasi sekitar USD 20,9 miliar ini tidak hanya membawa harapan terhadap penguatan ketahanan energi Indonesia, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan bahwa proyek tersebut diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja pada puncak masa konstruksi. Bahkan, pemerintah menyampaikan komitmen untuk memprioritaskan 30 persen tenaga kerja dari masyarakat lokal Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Angka ini sekaligus menghadirkan tantangan: sejauh mana sumber daya manusia lokal telah dipersiapkan untuk mengambil bagian dalam pembangunan tersebut?

Menjawab tantangan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan dan keterampilan masyarakat. Salah satu upaya konkret diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Siswa SMK Negeri 7 Kabupaten Kepulauan Tanimbar Melalui Workshop Keterampilan Dasar Las Manual Metal Arc (MMA)”.

Kegiatan yang berlangsung pada 26–30 Oktober 2026 ini dilaksanakan di Laboratorium Las, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Ambon. Sebanyak sembilan siswa SMK Negeri 7 Kabupaten Kepulauan Tanimbar mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan mengenal keterampilan dasar pengelasan Manual Metal Arc (MMA).

Pengelasan merupakan salah satu keterampilan teknis yang memiliki peranan penting dalam berbagai sektor industri, termasuk konstruksi, fabrikasi logam, dan pembangunan infrastruktur. Dalam proyek berskala besar seperti Blok Masela, kompetensi di bidang pengelasan menjadi salah satu bidang keterampilan yang relevan dengan ekosistem pekerjaan konstruksi dan fabrikasi industri. Namun, kebutuhan tenaga kerja migas tentu juga mensyaratkan kompetensi khusus, pengalaman, sertifikasi, serta pemenuhan standar keselamatan dan mutu pekerjaan.

Melalui workshop ini, siswa diperkenalkan pada keterampilan dasar pengelasan sekaligus pentingnya ketelitian, kedisiplinan, pemahaman prosedur kerja, dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembelajaran berbasis praktik diharapkan dapat menjadi fondasi awal bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi teknis yang lebih tinggi.

Kegiatan ini dipimpin oleh Victor Danny Waas, ST., MT., bersama tim Dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) yang terdiri atas Josef Matheus, S.ST., MT., Berthy Pelasula, ST., MT., Cley Talakua, ST., M.Si., dan Izaac Hendrik Keppy, A.Md., ST. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan lima mahasiswa Jurusan Teknik Mesin sebagai bagian dari kolaborasi akademik dalam pengabdian kepada masyarakat.

Pemilihan Laboratorium Las Politeknik Negeri Ambon sebagai lokasi kegiatan juga menunjukkan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan keterampilan dan transfer pengetahuan teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan perlu terus diperkuat agar siswa memperoleh akses pembelajaran yang lebih luas dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan industri.

Isu keterlibatan tenaga kerja lokal dalam pembangunan Blok Masela juga telah menjadi perhatian berbagai pemangku kepentingan di Maluku. Pemerintah Provinsi Maluku mendorong agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penerima dampak pembangunan, tetapi juga mampu berpartisipasi sebagai tenaga kerja terampil dan pelaku dalam rantai pasok proyek tersebut.

Karena itu, mempersiapkan generasi muda tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan kesinambungan antara pendidikan kejuruan, pelatihan keterampilan, sertifikasi kompetensi, kebutuhan industri, dan dukungan pemerintah. Workshop pengelasan MMA ini memang merupakan langkah awal, tetapi memiliki pesan yang lebih besar: kesempatan pembangunan harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia.

Blok Masela seharusnya tidak hanya menjadi cerita tentang besarnya investasi dan potensi gas alam Maluku. Lebih dari itu, proyek ini perlu menjadi momentum untuk membangun generasi muda yang kompeten, produktif, dan mampu bersaing.

Sudah saatnya generasi muda Maluku tidak hanya menyaksikan pembangunan di daerahnya, tetapi juga mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari pembangunan tersebut.

Example 400x400