AMBON | MantikNews.com – Peningkatan kualitas pendidikan vokasi tidak cukup hanya dilakukan melalui pembelajaran di ruang kelas. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan kesempatan untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan keterampilan teknis secara langsung agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah melalui kegiatan pelatihan berbasis praktik.
Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Siswa SMK Negeri 7 Kabupaten Kepulauan Tanimbar Melalui Workshop Keterampilan Dasar Las Manual Metal Arc (MMA)”. Kegiatan ini berlangsung pada 26–30 Oktober 2026, bertempat di Laboratorium Las, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Ambon.
Workshop ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi, khususnya pengembangan keterampilan dasar bidang pengelasan. Teknik Manual Metal Arc (MMA) merupakan salah satu metode pengelasan yang banyak digunakan dalam pekerjaan fabrikasi, konstruksi, dan pemeliharaan berbagai struktur logam.

Melalui kegiatan ini, siswa SMK Negeri 7 Kabupaten Kepulauan Tanimbar memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan dan mengenal keterampilan dasar pengelasan MMA dalam lingkungan laboratorium yang mendukung pembelajaran praktik. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya pengetahuan yang telah diperoleh di sekolah sekaligus memberikan gambaran mengenai penerapan kompetensi pengelasan dalam dunia kerja.
Penguasaan keterampilan pengelasan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan peralatan. Siswa juga perlu memahami karakteristik proses pengelasan, ketelitian dalam bekerja, penggunaan peralatan yang sesuai, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk calon tenaga kerja yang kompeten dan memiliki budaya kerja profesional.
Kegiatan ini dipimpin oleh Victor Danny Waas, ST., MT., bersama tim Dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) yang terdiri atas Josef Matheus, S.ST., MT., Berthy Pelasula, ST., MT., Cley Talakua, ST., M.Si., dan Izaac Hendrik Keppy, A.Md., ST. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan lima mahasiswa sebagai bentuk kolaborasi akademik dalam penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat.
Pemanfaatan Laboratorium Las Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Ambon sebagai tempat pelaksanaan workshop memberikan ruang pembelajaran yang relevan untuk pengenalan keterampilan teknis. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarlembaga pendidikan dalam memperluas kesempatan belajar dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, termasuk bagi siswa SMK dari luar Kota Ambon.

Lebih jauh, kegiatan ini mencerminkan bahwa penguatan pendidikan vokasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Perguruan tinggi dapat berperan sebagai mitra pengembangan kompetensi melalui transfer pengetahuan, pendampingan, dan berbagi pengalaman teknis. Sementara itu, sekolah kejuruan dapat memanfaatkan berbagai peluang kolaborasi untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didiknya.
Bagi generasi muda, keterampilan teknis merupakan salah satu modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang terus dikembangkan, lulusan SMK diharapkan tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga kemampuan produktif yang dapat dimanfaatkan untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan peluang usaha secara mandiri.
Melalui workshop keterampilan dasar pengelasan MMA ini, diharapkan terbangun semangat belajar dan peningkatan kompetensi siswa SMK Negeri 7 Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Maluku.
Sebab, membangun sumber daya manusia yang unggul tidak hanya dimulai dari ruang kelas, tetapi juga dari kesempatan untuk belajar, mencoba, dan mengembangkan keterampilan secara nyata.













