AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena meminta, Rapat Kerja (Raker) XII Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kota Ambon menjadi ruang, untuk menyusun langkah nyata, memperkuat organisasi, dan membina karakter peserta.
Menurutnya, rapat kerja itu perlu memberi manfaat lebih luas, daripada sekadar memenuhi agenda organisasi.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota dalam sambutannya, saat membuka Raker XII LPPD/Pesparawi Kota Ambon, yang berlangsung di Hotel Amaris Ambon, Rabu (23/9/2026).
Ia mengapresiasi para camat, pengurus LPPD tingkat kecamatan, pimpinan gereja, pelatih, penyanyi solo, pemusik, serta peserta Pesparawi Nasional XIV 2026 dari Kota Ambon.
“Rapat kerja ini bukan sekadar kegiatan seremonial, bukan sekadar tuntutan organisasi yang harus dipenuhi pengurus. Ini mesti menjadi bagian penting, dalam upaya bersama untuk meningkatkan kinerja kepengurusan,” ujarnya.
Wali Kota menilai, LPPD dan Pesparawi dapat berperan dalam pengembangan sumber daya manusia.
Pembinaan, katanya, perlu mencakup kemampuan bermusik, sekaligus pembentukan karakter, etika, dan moral dalam menjalankan tanggung jawab.
Ia menggambarkan kerja paduan suara sebagai upaya kolektif yang membutuhkan kontribusi setiap orang. Suara sopran, alto, tenor, dan bas memiliki peran masing-masing, ketika dipadukan, perbedaan itu membentuk harmoni.
“Ini kerja bersama, ini kerja tim. Ini bukan kerja satu orang, bukan kerja sekelompok orang, tetapi semua mengambil peran yang sama. Dari kumpulan suara-suara itulah, kita mendapatkan sesuatu yang disebut harmoni,” kata Wali Kota.
Menurutnya, semangat tersebut juga relevan bagi masyarakat Ambon yang beragam. Kota ini dibangun, melalui partisipasi warga dari berbagai kelompok dan latar belakang, sehingga perbedaan perlu dirawat sebagai kekuatan bersama.
“Kau berbeda, iya. Tetapi kalau masing-masing memainkan perannya dengan baik, maka harmoni itu pasti tercipta,” ujarnya.
Wali Kota juga mengingatkan, agar orientasi kompetisi tidak menggeser tujuan dasar paduan suara gerejawi.
Ia menyebut, keinginan meraih prestasi sebagai hal yang wajar, tetapi pelayanan dan nilai spiritual harus tetap menjadi landasan Pesparawi.
“Kalau kita sungguh-sungguh memuji Tuhan, pasti akan keluar nyanyian yang merdu dan baik. Tetapi kalau pikiran kita hanya bagaimana menjadi juara, maka nilai dasarnya bisa bergeser,” tegasnya.
Untuk meningkatkan kualitas, ia meminta pengurus, pelatih, dan peserta menjalani pembinaan serta latihan secara berkelanjutan.
Menurutnya, kemampuan paduan suara dari berbagai daerah terus berkembang berkat latihan yang konsisten.
“Jangan lagi hanya mengandalkan nostalgia. Orang Jawa semakin bagus, karena terus berlatih, orang Sumatera semakin bagus, orang Kalimantan juga semakin bagus. Karena itu, kita harus terus berlatih, berlatih dan berlatih untuk mengasah kemampuan,” katanya.
Wali Kota berharap Raker XII LPPD menghasilkan program konkret, untuk memperkuat pembinaan paduan suara dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Saya berharap, Pesparawi terus menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan, sekaligus menumbuhkan persaudaraan dan kebersamaan, di tengah keberagaman warga Ambon,” harap Wali Kota.











