BERITA

Ary Sahertian Soroti Kesesuaian Dekorasi HUT ke-451 Ambon dengan Identitas Kota

18
×

Ary Sahertian Soroti Kesesuaian Dekorasi HUT ke-451 Ambon dengan Identitas Kota

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian. Foto-Qiran/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Ary Sahertian menilai, dekorasi perayaan HUT ke-451 Kota Ambon seharusnya tidak hanya berorientasi pada aspek estetika, tetapi juga mampu menggambarkan identitas dan sejarah kota.

Hal tersebut disampaikan Ary, saat dihubungi dari Ambon, Rabu (16/9/2026), menyusul penggunaan konsep Benteng Nieuw Victoria pada dekorasi tribun utama Lapangan Merdeka Ambon, dalam rangkaian perayaan HUT ke-451 Kota Ambon.

Ary mengatakan, pemilihan Benteng Nieuw Victoria sebagai konsep dekorasi semestinya diikuti dengan visual, yang mampu menggambarkan karakter bangunan bersejarah tersebut.

Menurut dia, Benteng Nieuw Victoria memiliki karakter arsitektur yang kuat dan kokoh, sehingga penerjemahan konsep ke dalam dekorasi perlu mempertimbangkan ciri tersebut.

“Kalau kita mengambil Benteng Nieuw Victoria sebagai konsep, tentu yang ingin ditampilkan adalah, karakter bentengnya. Karena itu, bangunan yang identik dengan kekokohan,” ujar Ary.

Ia menilai penggunaan material seperti daun rumbia, dalam dekorasi perlu dipertanyakan relevansinya, dengan konsep yang telah ditentukan.

Menurutnya, panitia perlu menjelaskan pertimbangan desain, sehingga tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.

Ary mengatakan, perayaan HUT ke-451 Kota Ambon merupakan momentum penting, untuk memperkenalkan kembali identitas kota, termasuk sejarah dan peninggalan yang menjadi bagian dari perjalanan Ambon.

“Dekorasi itu harus punya pesan. Ketika yang dipilih adalah Benteng Nieuw Victoria, masyarakat harus bisa menangkap, bahwa itu memang menggambarkan benteng, bukan sekadar dekorasi biasa,” katanya.

Ia berharap, panitia dapat memberikan penjelasan mengenai konsep dan desain dekorasi tribun tersebut, termasuk alasan pemilihan material yang digunakan.

Ary juga mendorong, agar aspek sejarah dan budaya lokal lebih diperhatikan, dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pemerintah daerah.

Dia menyebut, konsep yang berkaitan dengan ikon sejarah Kota Ambon perlu diterjemahkan secara tepat, agar tidak kehilangan makna.

“Jangan sampai nama atau konsep sejarahnya bagus, tetapi ketika diwujudkan dalam dekorasi justru pesan sejarahnya tidak sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Dia menegaskan, jika ada protes maupun kritikan dari masyarakat merupakan hal yang wajar, karena ini berhubungan dengan sejarah panjang Kota Ambon.

Example 400x400