AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, pengembangan energi terbarukan merupakan kebutuhan penting bagi Kota Ambon, sebagai wilayah kepulauan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon pun membuka ruang kerja sama dengan Pemerintah Selandia Baru, untuk mendukung pengembangan energi, lingkungan, sumber daya manusia hingga kehidupan sosial masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota, saat menerima audiensi Kedutaan Besar Selandia Baru di Balai Kota Ambon, Selasa (15/9/2026).
Pertemuan itu merupakan courtesy call, sekaligus bagian dari peluncuran program NZMATES Phase 2 yang akan berlangsung selama lima tahun, yakni 2026–2031.
Menurut Wali Kota, kondisi geografis Kota Ambon dan Maluku, sebagai wilayah kepulauan membuat pengembangan sumber energi alternatif menjadi salah satu kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
“Kota Ambon pada prinsipnya sangat terbuka, untuk bekerja sama. Kebutuhan energi terbarukan ini sangat penting, terutama untuk wilayah kepulauan, dan tentu kita juga perlu memperkuat sarana-prasarana serta kapasitas sumber daya manusia,” ujar Wali Kota.
Ia mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan dukungan terhadap sektor energi, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat, melalui transfer pengetahuan maupun pengembangan kompetensi.
Selain energi terbarukan, persoalan pengelolaan sampah turut menjadi pembahasan dalam audiensi tersebut. Wali Kota menyebut produksi sampah di Kota Ambon saat ini mencapai sekitar 300 ton per hari.
Jumlah tersebut, lanjut Wali Kota, masih belum memenuhi skala yang dibutuhkan, untuk menerapkan teknologi waste-to-energy, yang diperkirakan membutuhkan sekitar 1.000 ton sampah per hari.
“Untuk sampah, produksi kita saat ini sekitar 300 ton per hari. Angka ini memang belum memenuhi skala yang dibutuhkan untuk waste-to-energy, tetapi kita terus melakukan kolaborasi dalam penanganan sampah, termasuk sampah maritim,” jelas Wali Kota.
Wali Kota menegaskan, persoalan sampah tetap menjadi perhatian Pemkot Ambon, meskipun penerapan waste-to-energy belum memungkinkan dilakukan, dengan volume sampah yang tersedia saat ini.
Karena itu, pemerintah daerah terus membuka kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga non pemerintah, untuk menangani persoalan sampah yang tidak hanya berasal dari daratan, tetapi juga yang berakhir di wilayah pesisir dan laut.
Menurut Wali Kota, berbagai persoalan tersebut membutuhkan kolaborasi, karena tidak dapat diselesaikan hanya melalui intervensi pemerintah daerah.
Dukungan mitra internasional diharapkan, dapat memperluas pilihan solusi, sekaligus meningkatkan kapasitas daerah.
Wali Kota menegaskan, Pemkot Ambon akan terus membangun hubungan kerja sama dengan mitra internasional, selama program yang dijalankan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang paling penting adalah, bagaimana kerja sama ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Ambon, baik dalam pengembangan energi, pengelolaan lingkungan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia maupun pembangunan berkelanjutan,” tandas Wali Kota.
Sementara itu, Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula menyampaikan dukungan terhadap upaya peningkatan kapasitas pemerintah daerah, melalui program pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Dukungan tersebut diwujudkan antara lain melalui penyediaan 65 kuota beasiswa bagi staf pemerintah daerah, termasuk kesempatan mengikuti short course.
“Program tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi aparatur, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, yang nantinya dapat diterapkan dalam mendukung pembangunan daerah,” harap Phillip Taula.
Phillip Taula juga melihat pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, dalam menjalankan program kerja sama yang menyentuh kebutuhan pembangunan.
Kehadiran PMO NZMATES di Kota Ambon menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program di wilayah Maluku.
Program NZMATES Phase 2 merupakan kerja sama yang didukung konsorsium institusi Selandia Baru bersama Yayasan Mercy Corps Indonesia dan Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM.
Selain energi dan lingkungan, audiensi turut membahas persoalan air bersih yang dipengaruhi kondisi geografis Kota Ambon.
Aspek kehidupan sosial masyarakat juga menjadi perhatian, terutama pentingnya menjaga harmonisasi di tengah keberagaman masyarakat.













