BERITA

Manusiwa Sebut Antusias Warga Ambon Aktivasi IKD Tertinggi di Maluku

Qiran
24
×

Manusiwa Sebut Antusias Warga Ambon Aktivasi IKD Tertinggi di Maluku

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon, Lenortje Manusiwa. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Ambon, Lenortje Manusiwa menyebut, tingginya partisipasi warga, dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menunjukkan, bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya layanan kependudukan digital semakin meningkat.

Menurut Manusiwa, Kota Ambon saat ini mencatat capaian aktivasi IKD tertinggi, jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Maluku. Hingga saat ini, sebanyak 54.531 penduduk telah terdaftar dalam layanan tersebut.

“Kalau dibandingkan dengan kabupaten/ kota yang lain di Provinsi Maluku, Kota Ambon yang teratas,” kata Manusiwa kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).

Ia mengatakan, capaian tersebut menjadi salah satu indikator, bahwa masyarakat Ambon mulai memberikan perhatian lebih terhadap pemanfaatan teknologi, dalam pelayanan administrasi kependudukan.

Bagi Manusiwa, tingginya jumlah warga yang telah melakukan aktivasi bukan sekadar pencapaian angka, tetapi menunjukkan adanya respons positif masyarakat terhadap perubahan sistem pelayanan pemerintah, yang kini semakin mengarah pada digitalisasi.

“Dengan demikian, maka itu menandakan bahwa antusias masyarakat kepada pembuatan IKD, aktivasi IKD itu sangat baik,” ujarnya.

Manusiwa menjelaskan, penggunaan IKD memberikan kemudahan kepada masyarakat, karena identitas kependudukan dapat diakses dalam format digital.

Perkembangan tersebut dinilai penting, seiring dengan semakin banyaknya pelayanan pemerintah, yang mulai memanfaatkan sistem elektronik.

Tidak hanya untuk kebutuhan administrasi kependudukan, keberadaan IKD juga dinilai dapat membantu masyarakat mendapatkan akses informasi, mengenai berbagai program pemerintah.

Manusiwa mencontohkan, dalam kaitannya dengan program bantuan sosial, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk mengakses informasi secara mandiri, sehingga dapat mengetahui status dan layanan yang berkaitan, dengan bantuan pemerintah.

“Sekarang ini masyarakat dituntut untuk dapat membuat IKD, sebagai salah satu hal penting untuk dapat mengetahui, dan mengakses langsung sendiri, untuk mengetahui sampai di mana mereka dapat menerima bantuan kepada masyarakat dari pemerintah,” jelasnya.

Dari 54.531 penduduk yang telah terdaftar dalam IKD, sebanyak 51,79 persen merupakan perempuan. Sedangkan laki-laki tercatat sebanyak 48,21 persen.

Data tersebut memperlihatkan, bahwa pemanfaatan IKD di Kota Ambon telah menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok, dengan tingkat partisipasi perempuan sedikit lebih tinggi, dibandingkan laki-laki.

Meski telah berada di posisi teratas di Maluku, Manusiwa menilai, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan. Disdukcapil Kota Ambon tetap mendorong warga yang belum melakukan aktivasi, agar segera memanfaatkan layanan IKD.

Ia menegaskan, masyarakat perlu mulai membiasakan diri menggunakan layanan digital, karena kebutuhan terhadap sistem pelayanan berbasis teknologi akan semakin berkembang.

“Kami berharap, supaya masyarakat lebih aktif untuk dapat membuka diri, untuk membuat aktivasi IKD ini. Ini perlu mereka di kemudian hari,” tandas Manusiwa.

Example 400x400