BERITA

Wattimena: Kemajuan Kota Ambon Tak Boleh Menghapus Sejarah dan Identitas

Qiran
15
×

Wattimena: Kemajuan Kota Ambon Tak Boleh Menghapus Sejarah dan Identitas

Sebarkan artikel ini
Peringatan HUT ke-451 Kota Ambon, yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mengingatkan masyarakat, agar perkembangan Kota Ambon di tengah perubahan zaman tidak sampai menghilangkan sejarah, budaya dan identitas, yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota dalam pidatonya, saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon, yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, usia 451 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak hanya menggambarkan pertambahan usia sebuah kota, tetapi juga menyimpan sejarah, perubahan, perjuangan dan berbagai pengalaman yang membentuk karakter masyarakat Ambon hingga saat ini.

“Usia 451 tahun Kota Ambon mengajarkan satu hal, bahwa kota boleh berubah, zaman boleh berganti, tetapi identitas dan sejarah tidak boleh hilang,” kata Wali Kota.

Ia mengatakan, perkembangan sebuah kota merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Infrastruktur akan terus berkembang, teknologi semakin maju dan pola kehidupan masyarakat mengalami perubahan.

Namun, seluruh kemajuan tersebut harus tetap memiliki pijakan pada sejarah dan kebudayaan, yang menjadi jati diri Kota Ambon.

Menurut Wali Kota, sejarah tidak seharusnya hanya menjadi cerita masa lalu yang tersimpan dalam buku, atau peninggalan fisik.

“Sejarah harus menjadi sumber pembelajaran bagi generasi sekarang, untuk memahami bagaimana kota ini tumbuh dan berkembang,” tegas Wattimena.

Salah satu bagian penting dari sejarah Kota Ambon yang disoroti Wali Kota adalah, keberadaan Benteng Victoria.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan salah satu saksi perjalanan panjang Kota Ambon, dan memiliki nilai sejarah yang penting untuk terus dirawat.

“Jika dahulu Benteng Victoria dibangun sebagai tempat pertahanan, maka pada masa kini benteng tersebut harus dapat menjadi benteng kebudayaan, benteng sejarah, benteng persaudaraan dan benteng identitas orang Ambon,” ujarnya.

Wali Kota menegaskan, makna benteng pada masa kini tidak lagi semata-mata berkaitan dengan pertahanan secara fisik. Yang perlu dipertahankan adalah ingatan sejarah, kebudayaan, serta nilai-nilai yang membentuk identitas masyarakat Kota Ambon.

“Bukan mengenai kekuatan fisik, tetapi mengenai kekuatan ingatan dan identitas Kota Ambon,” tegasnya.

Karena itu, Wali Kota mendorong, agar generasi muda diberikan ruang yang lebih besar, untuk mengenal sejarah dan kebudayaan daerahnya.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah akan membuat generasi muda tidak mudah kehilangan arah, ketika berhadapan dengan perkembangan dunia yang semakin cepat.

Ia berharap, anak-anak muda Ambon dapat menjadi generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi tetap memiliki keterikatan kuat dengan budaya, serta nilai kehidupan masyarakat setempat.

Wali Kota juga menilai, potensi generasi muda perlu diarahkan, untuk mengembangkan berbagai sektor yang dapat menjadi kekuatan baru bagi Kota Ambon.

Musik, seni, ekonomi kreatif, pariwisata dan UMKM disebut sebagai bidang yang memiliki ruang besar, untuk dikembangkan oleh anak-anak muda.

Pemanfaatan teknologi digital, kata dia, harus mampu membuka peluang bagi generasi muda, untuk menghasilkan karya dan menciptakan nilai ekonomi.

“Dengan demikian, perkembangan zaman tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga dapat menjadi kesempatan untuk membawa nama Kota Ambon lebih jauh,” ucap Wattimena.

Di sisi lain, Wali Kota mengingatkan, bahwa identitas Ambon tidak hanya terbentuk dari sejarah dan kebudayaan, tetapi juga dari hubungan sosial masyarakat yang selama ini dikenal dengan nilai orang basudara.

Menurutnya, pela gandong serta nilai hidup baku sayang, baku bantu dan baku jaga harus tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang penting, dalam menjaga kedamaian dan persatuan di tengah keberagaman. Ambon tidak akan maju, tanpa Ambon yang damai,” tegas Wali Kota.

Ia menilai, pembangunan kota tidak cukup hanya diukur melalui keberhasilan membangun infrastruktur, atau meningkatkan pemanfaatan teknologi.

Kota yang maju juga harus memiliki masyarakat yang mampu hidup berdampingan, menjaga toleransi serta mempertahankan rasa persaudaraan.

Momentum HUT ke-451, lanjut Wali Kota, menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat, untuk melihat perjalanan panjang Kota Ambon, sekaligus mempersiapkan masa depan dengan tetap membawa nilai-nilai yang telah menjadi bagian dari karakter daerah.

“Yakin ini dapat terjadi karena kasih dan penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa bagi kota ini, dan bagi semua kita yang hidup di kota ini,” ujar Wali Kota.

Ia berharap, semangat HUT ke-451 dapat menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat, bahwa masa depan Kota Ambon merupakan tanggung jawab bersama.

Kemajuan harus terus dikejar, namun sejarah, budaya, persaudaraan dan identitas masyarakat tidak boleh ditinggalkan.

“Dengan demikian, Ambon diharapkan mampu bergerak menjadi kota yang semakin modern, tanpa kehilangan karakter dan jati dirinya, sebagai kota yang memiliki sejarah panjang, serta kekuatan persaudaraan yang diwariskan antar generasi,” harap Wattimena.

Example 400x400