BERITA

Wali Kota Tekankan Peran Keluarga dalam Membentuk Karakter dan Menjaga Toleransi

Qiran
16
×

Wali Kota Tekankan Peran Keluarga dalam Membentuk Karakter dan Menjaga Toleransi

Sebarkan artikel ini
Opening Ceremony dan Ibadah Pembukaan Seminar Keluarga 2026 bertema Family Impact, yang diselenggarakan GPdI Maluku, di Gedung Balai Diklat Keagamaan Ambon, Rabu (28/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, bahwa pembentukan karakter generasi muda dan terpeliharanya kerukunan masyarakat harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ketahanan keluarga dinilai menjadi salah satu fondasi penting, dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis di tengah keberagaman Kota Ambon.

Menurut Wali Kota, pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus disertai pembinaan mental, spiritual, serta moral masyarakat. Keluarga memiliki tanggung jawab mendasar dalam menanamkan nilai-nilai tersebut sejak dini, agar setiap individu mampu menghadapi tantangan zaman dan menghormati sesama.

Hal itu disampaikan Wali Kota saat menghadiri Opening Ceremony dan Ibadah Pembukaan Seminar Keluarga 2026 bertema Family Impact, yang diselenggarakan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Maluku, di Gedung Balai Diklat Keagamaan Ambon, Rabu (28/10/2026).

“Pembangunan Kota Ambon harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter masyarakat. Keluarga memiliki peran mendasar dalam menanamkan nilai moral, membangun kekuatan spiritual, serta mendidik generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman,” ujar Wali Kota.

Ia menjelaskan, keluarga merupakan lingkungan pertama tempat seseorang belajar mengenai tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian, dan cara memperlakukan orang lain. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga akan memengaruhi perilaku seseorang, ketika berinteraksi di lingkungan pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, penguatan ketahanan keluarga perlu menjadi perhatian bersama. Hubungan keluarga yang sehat, komunikasi yang baik, serta pendampingan orang tua terhadap anak merupakan bagian penting, dalam membentuk generasi yang memiliki karakter kuat dan mampu beradaptasi dengan perubahan sosial.

Wali Kota juga mengaitkan ketahanan keluarga dengan upaya menjaga persaudaraan dan toleransi di Kota Ambon. Menurutnya, keberagaman masyarakat harus diimbangi dengan sikap saling menghormati, serta kesadaran bahwa perbedaan bukan alasan untuk merusak hubungan antar sesama.

“Nilai persaudaraan, toleransi, dan sikap saling menghormati harus ditanamkan sejak dari rumah. Jika keluarga mampu membangun nilai-nilai tersebut, maka kehidupan bermasyarakat yang damai dan rukun akan semakin kuat,” katanya.

Ia menilai, tantangan keluarga saat ini semakin beragam seiring perkembangan teknologi digital, dan perubahan pola kehidupan masyarakat. Kemudahan memperoleh informasi perlu diimbangi dengan kemampuan orang tua dalam mendampingi anak, membangun komunikasi terbuka, serta memberikan pemahaman mengenai nilai dan perilaku yang baik.

Menurutnya, keluarga tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan material, tetapi juga harus menyediakan ruang bagi pembinaan karakter, dan perkembangan spiritual. Pendampingan yang tepat diharapkan membantu anak memahami tanggung jawab, menggunakan teknologi secara bijak, serta membangun hubungan sosial yang sehat.

“Dalam konteks tersebut, Seminar Keluarga 2026 diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi peserta, untuk mengenali berbagai persoalan keluarga, sekaligus menemukan pendekatan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar dia.

Wali Kota berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu mendorong perubahan nyata dalam pola pengasuhan, komunikasi antarangggota keluarga, dan penguatan nilai-nilai kehidupan.

Selain peran keluarga, ia menekankan pentingnya keterlibatan gereja dan lembaga keagamaan, dalam mendukung pembinaan moral serta spiritual masyarakat. Para gembala dan pemimpin keagamaan dinilai memiliki kedekatan dengan umat, sehingga dapat berkontribusi dalam memberikan pendampingan terhadap berbagai persoalan keluarga.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kerukunan di Kota Ambon. Dibutuhkan dukungan keluarga, gereja, dan seluruh elemen masyarakat agar nilai persaudaraan tetap terpelihara dan toleransi terus menjadi bagian dari kehidupan kita,” tegasnya.

Menurut Wali Kota, sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan perlu terus diperkuat, agar upaya membangun masyarakat yang damai dapat berjalan secara berkelanjutan. Pembinaan keluarga, pendidikan karakter, serta penguatan nilai persaudaraan harus menjadi tanggung jawab bersama.

Ia menambahkan, terwujudnya Kota Ambon yang aman dan harmonis membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sikap menghargai perbedaan, menjaga komunikasi, dan menyelesaikan persoalan melalui dialog merupakan langkah penting, untuk mencegah munculnya konflik sosial.

Melalui penyelenggaraan Seminar Keluarga 2026, Wali Kota berharap, keluarga semakin memahami perannya dalam membentuk karakter generasi penerus sekaligus menjaga hubungan sosial yang harmonis.

“Dengan ketahanan keluarga yang semakin kuat dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, nilai persaudaraan dan toleransi diharapkan terus terpelihara, sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Kota Ambon,” tandas Wali Kota.

Example 400x400