BERITA

Wali Kota Ambon Minta Warga Berani Laporkan Pelaku Pembakaran Lahan

Qiran
23
×

Wali Kota Ambon Minta Warga Berani Laporkan Pelaku Pembakaran Lahan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena mendorong keterlibatan Masyarakat, dalam mengungkap pelaku pembakaran hutan dan lahan yang terus berulang di sejumlah wilayah Kota Ambon. Ia bahkan mengusulkan pemberian hadiah bagi warga, yang mampu menyampaikan laporan disertai bukti kuat terkait aksi pembakaran tersebut.

“Bikin sayembara saja kepada masyarakat. Kalau ada yang bisa membuktikan seseorang membakar lahan, kita kasih duit buat mereka dan tangkap itu orang yang bakar. Harus tegas, kalau tidak percuma. Setiap hari terbakar lho. Lebih parah dari hutan-hutan di tempat lain,” tegas Wali Kota kepada wartawan di Ambon, Rabu (21/10/2026).

Menurut Wali Kota, kebakaran yang kembali terjadi meskipun petugas telah melakukan pemadaman menunjukkan perlunya langkah lebih tegas, untuk menghentikan tindakan yang merusak lingkungan dan berpotensi memperburuk kualitas udara di Kota Ambon.

Ia meminta para camat mengajak masyarakat di wilayah masing-masing, agar tidak tinggal diam ketika mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan. Informasi yang disertai bukti diharapkan dapat membantu aparat kepolisian mengidentifikasi, dan menindak pihak yang bertanggung jawab.

“Berdasarkan koordinasi dengan para ahli, kebakaran hutan dan lahan di Ambon diduga berkaitan dengan aktivitas manusia, baik karena kelalaian maupun tindakan sengaja, untuk membuka lahan. Karena itu, penyebab kebakaran perlu ditelusuri agar penanganannya tidak hanya berfokus pada pemadaman api,” tegas dia.

Ia juga mempertanyakan mengapa kebakaran masih terus terjadi, setelah petugas menyelesaikan upaya pemadaman di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama karena kebakaran yang berulang berisiko memperluas kerusakan lingkungan, dan menambah beban penanganan kabut asap.

Wali Kota menegaskan, pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat untuk memutus kejadian serupa. Peran warga dalam menyampaikan informasi dinilai penting, terutama ketika mengetahui aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon tetap memantau dampak kabut asap terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Pemantauan dilakukan dengan meminta pertimbangan BMKG, Dinas Kesehatan, dan Dinas Lingkungan Hidup, termasuk terkait potensi peningkatan kadar ozon (O3).

Apabila kualitas udara mencapai ambang yang mengkhawatirkan, pemerintah akan mempertimbangkan kembali kebijakan antisipatif berupa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa, serta bekerja dari rumah atau Work From Anywhere (WFA) bagi ASN.

“Kalau dia sudah ada pada ambang yang mengkhawatirkan, maka kita kembali melakukan langkah antisipatif yang kita bilang tadi lewat instruksi itu untuk PJJ, untuk WFA dan lain-lain,” ujarnya.

Terkait kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Wali Kota mengaku adanya peningkatan jumlah kasus, meskipun belum berlangsung tajam. Ia mengingatkan, bahwa peningkatan tersebut tidak dapat serta-merta disimpulkan sebagai dampak langsung kabut asap.

Pemerintah, lanjutnya, akan menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan kualitas udara, dan masukan dari instansi teknis. Namun, upaya pencegahan kebakaran tetap menjadi perhatian penting, agar persoalan kabut asap tidak terus berulang dan mengancam kenyamanan, serta kesehatan masyarakat Ambon.

Example 400x400