Scroll untuk baca artikel
BERITA

Tak Dipungut Biaya, Pemprov DKI Buka Program Operasi Bibir Sumbing Gratis

Moh Ivan
108
×

Tak Dipungut Biaya, Pemprov DKI Buka Program Operasi Bibir Sumbing Gratis

Sebarkan artikel ini
<p>Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta dengan melakukan Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit di dua Rumah Sakit berbeda.</p>

Jakarta | MantikNews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar program Operasi Gratis Bibir Sumbing dan Langit-langit sebagai bagian dari Bakti Kesehatan Lima Abad Jakarta. Program tersebut dilaksanakan di RSUD Tebet dan RSUD Cempaka Putih dengan melibatkan tenaga medis berpengalaman.

 

Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, mengatakan program tersebut telah berjalan sejak tahun lalu dan terus diperluas agar layanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat.

 

“Kita pilih di RSUD tipe C dan D agar pelayanan kesehatan lebih dekat dan memasyarakat. Kebijakan ini menegaskan pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya tersedia di RSUD tipe A dan B,” ujar Ali saat meninjau pelaksanaan operasi bibir sumbing di RSUD Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026).

 

Menurutnya, salah satu persyaratan utama peserta program adalah memiliki KTP DKI Jakarta. Namun, Gubernur DKI Jakarta juga membuka kesempatan bagi warga dari luar Jakarta untuk mengikuti program tersebut.

 

“Kami mengundang seluruh keluarga, saudara, atau rekan yang memiliki kondisi bibir sumbing dan memerlukan penanganan operasi bedah plastik untuk mengikuti program ini,” katanya.

 

Ali menjelaskan, seluruh layanan operasi diberikan secara gratis dan ditangani oleh dokter spesialis yang telah berpengalaman menangani ribuan kasus serupa.

 

“Ditargetkan hingga tahun 2027 sebanyak 500 pasien dapat terlayani melalui program operasi ini,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, operasi bibir sumbing tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik pasien, seperti memperbaiki kemampuan berbicara dan pola makan, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kondisi psikososial mereka.

 

“Ketika pasien tumbuh dewasa dan berinteraksi di masyarakat, kondisi ini sering kali menimbulkan rasa minder. Oleh karena itu, dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk meyakinkan mereka yang merasa ragu atau khawatir agar bersedia mengikuti program ini,” ujarnya.

 

Saat ini, sebanyak 30 pasien mengikuti program operasi tersebut, terdiri dari 13 pasien di RSUD Tebet dan 17 pasien di RSUD Cempaka Putih. Bahkan, salah satu pasien tercatat berasal dari Papua, menunjukkan bahwa program ini terbuka bagi seluruh warga Indonesia tanpa batasan usia, mulai dari bayi hingga dewasa.

 

“Pascaoperasi, pasien rata-rata diperbolehkan langsung pulang setelah tindakan,” jelas Ali.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Tebet, Juliet Pieter, mengatakan awalnya terdapat 30 pendaftar. Namun, sebagian peserta harus menunda operasi karena belum memenuhi syarat medis.

 

“Karena ini akan berlangsung satu tahun, kami akan terus memberikan informasi melalui media sosial ataupun layanan kesehatan di tingkat kelurahan maupun kecamatan, sehingga nantinya semua akan terjangkau dengan optimal,” tuturnya.

 

Salah satu orang tua pasien, Mini, mengaku terbantu dengan adanya program operasi gratis tersebut. Putranya, Faris (2), kini telah mendapatkan penanganan operasi bibir sumbing.

 

“Ini merupakan yang kedua kalinya. Nanti anak saya bisa operasi lanjutan saat usia tujuh tahun. Semoga saja nantinya tetap mendapatkan bantuan lagi agar anak saya dapat sembuh total seperti anak-anak normal lainnya,” tandasnya.

Example 400x400

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *