AMBON | MantikNews.com – Upaya menyiapkan warga binaan agar mampu hidup mandiri, setelah menjalani masa pidana terus didorong Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni, menjajaki kerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kota Ambon, untuk memperluas akses pelatihan keterampilan bagi warga binaan.
Penjajakan tersebut dilakukan Kepala Bagian Umum Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono, bersama jajaran Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM), saat mengunjungi BPVP Kota Ambon, Rabu (14/10/2026). Kedatangan rombongan disambut Kepala BPVP Kota Ambon, Yustianto.
Pertemuan kedua instansi ini diarahkan pada pengembangan pembinaan berbasis keterampilan kerja yang dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, terutama ketika mereka menyelesaikan masa pidana, dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Sarwono menilai, kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat perlu didukung dengan kemampuan praktis yang dapat dimanfaatkan, untuk memperoleh penghasilan.
“Karena itu, pembinaan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan kehidupan, setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan,” ujar Sarwono.
Menurutnya, keterlibatan BPVP Kota Ambon berpotensi membuka ruang bagi pengembangan pelatihan yang lebih terarah, sesuai kebutuhan pasar kerja maupun kemampuan yang dapat dikembangkan oleh warga binaan.
“Pembinaan harus memberikan bekal yang berguna bagi warga binaan, ketika mereka kembali ke masyarakat. Kami berharap, melalui kerja sama dengan BPVP Kota Ambon, tersedia peluang untuk meningkatkan keterampilan mereka, agar dapat dimanfaatkan untuk bekerja, berwirausaha, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri,” kata Sarwono.
Ia menjelaskan, kemampuan yang diperoleh melalui pelatihan vokasi diharapkan dapat menjadi modal bagi warga binaan, untuk mengembangkan potensi diri. Bekal tersebut juga penting dalam meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus memperbesar peluang mereka untuk menjalani kehidupan yang produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
Sarwono menambahkan, pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi perlu terus dikembangkan, agar warga binaan mempunyai pilihan yang lebih luas dalam menentukan masa depan.
“Dengan demikian, proses pembinaan tidak hanya berfokus pada perubahan sikap, tetapi juga mendorong terbentuknya kemandirian melalui penguasaan keterampilan yang bermanfaat,” kata dia.
Kunjungan ke BPVP Kota Ambon sekaligus menjadi kesempatan bagi Kanwil Ditjenpas Maluku, untuk memperluas kemitraan dengan lembaga yang memiliki kompetensi dalam pelatihan kerja dan peningkatan produktivitas.
Melalui koordinasi tersebut, kedua pihak menjajaki kemungkinan pengembangan kegiatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Maluku.
Pelatihan yang tepat diharapkan dapat membantu warga binaan memperoleh pengetahuan, dan kemampuan praktis sebagai bekal memasuki dunia kerja atau merintis usaha secara mandiri.
Kanwil Ditjenpas Maluku berharap, penjajakan ini dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan lebih lanjut, sehingga peluang kolaborasi yang tersedia dapat diwujudkan dalam program yang konkret.
Sinergi dengan BPVP Kota Ambon menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembinaan dan pemberdayaan warga binaan. Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, warga binaan diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperbaiki kehidupan, membangun kemandirian, serta kembali berperan secara positif dalam lingkungan sosialnya.













