AMBON | MantikNews.com – Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Saudah Tuanakotta/Tethool mendesak Dinas Pendidikan dan Kesehatan Kota Ambon mapun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kesehatan Provinsi Maluku, untuk segera mengambil langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang semakin meluas di Kota Ambon.
Salah satu langkah yang dinilai perlu segera dilakukan Adalah, membagikan masker kepada siswa di semua jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan atas, guna melindungi kesehatan peserta didik dari paparan kabut asap.
“Disdik dan Dinkes Kota Ambon maupun Disdikbud dan Dinkes Provinsi Maluku harus segera menyikapi kondisi ini. Kabut asap yang semakin meluas tentu perlu mendapat perhatian serius, terutama karena anak-anak sekolah menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap dampaknya,” kata Saudah, saat dihubungi dari Ambon, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, pembagian masker kepada siswa merupakan langkah antisipatif yang perlu dilakukan, untuk mengurangi risiko paparan asap selama aktivitas belajar mengajar berlangsung. Karena itu, ia meminta kedua instansi tersebut berkoordinasi, agar perlindungan terhadap siswa dapat dilaksanakan secara merata di seluruh sekolah.
Saudah menegaskan, keselamatan dan kesehatan peserta didik harus menjadi perhatian utama di tengah kondisi kualitas udara, yang dikhawatirkan terganggu akibat kabut asap. Pemerintah tidak boleh menunggu sampai muncul keluhan kesehatan dari para siswa untuk mengambil langkah pencegahan.
Selain pembagian masker, ia juga mengimbau agar penggunaan masker menjadi kewajiban bagi siswa selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Kota Ambon. Imbauan tersebut juga ditujukan kepada masyarakat, terutama orang tua dan kelompok rentan, agar lebih memperhatikan perlindungan kesehatan diri dan keluarga.
“Penggunaan masker perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi para siswa yang setiap hari beraktivitas di sekolah. Orang tua juga harus melindungi anak-anaknya, terutama mereka yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap,” ujarnya.
Ia berharap, pihak sekolah turut berperan aktif dengan mengingatkan siswa untuk menggunakan masker, serta meningkatkan perhatian terhadap kondisi kesehatan peserta didik selama kabut asap masih berlangsung.
Saudah juga meminta, agar pihak sekolah dan orang tua segera mengambil langkah pencegahan, apabila anak mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan asap.
Jika kondisi udara semakin memburuk, langkah penyesuaian aktivitas belajar mengajar perlu dipertimbangkan berdasarkan perkembangan situasi dan rekomendasi instansi terkait.
Menurutnya, penanganan kabut asap membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak, baik pemerintah daerah, instansi pendidikan, pihak sekolah maupun orang tua. Dengan langkah antisipasi yang cepat dan terkoordinasi, risiko gangguan kesehatan pada siswa diharapkan dapat diminimalkan.
“Yang terpenting, kesehatan anak-anak harus dijaga. Kami berharap Disdik dan Dinkes segera merespons kondisi ini dengan langkah konkret, termasuk penyediaan masker dan imbauan penggunaan masker di lingkungan sekolah,” tegas dia.













