BERITA

Kepedulian Warga Sentuh Hati WB di Lapas Wahai

Qiran
9
×

Kepedulian Warga Sentuh Hati WB di Lapas Wahai

Sebarkan artikel ini
Pemberian bingkisan kasih setelah pelaksanaan ibadah Minggu, di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Minggu (11/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Kepedulian masyarakat terhadap warga binaan (WB) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, ditunjukkan melalui pemberian bingkisan kasih setelah pelaksanaan ibadah Minggu, di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Minggu (11/10/2026).

Bantuan yang diberikan secara spontan oleh perwakilan masyarakat tersebut menjadi bentuk dukungan moral bagi warga binaan, yang tengah menjalani masa pidana. Aksi kemanusiaan ini sekaligus memperlihatkan, bahwa proses pembinaan di dalam lapas mendapat perhatian dan respons positif dari lingkungan masyarakat.

Menariknya, perhatian tersebut tidak hanya menyentuh warga binaan yang mengikuti ibadah, tetapi juga seluruh warga binaan, termasuk mereka yang beragama Islam. Kebersamaan dalam menerima perhatian sosial itu mencerminkan pentingnya nilai kemanusiaan dan solidaritas, tanpa membedakan latar belakang agama.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi mengatakan, kepedulian yang ditunjukkan masyarakat merupakan dorongan positif bagi pelaksanaan pembinaan, terutama dalam membentuk mental, spiritual, dan karakter warga binaan.

“Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan, mampu mendorong perubahan perilaku warga binaan ke arah yang lebih baik. Perubahan tersebut juga diharapkan, dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap proses pembinaan yang berlangsung di dalam lapas,” harap dia.

La Joi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian kepada warga binaan. Baginya, dukungan dari luar lapas menjadi motivasi tambahan bagi mereka, untuk menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh.

Sementara itu, Yeni Maruanella, salah satu warga yang menginisiasi pemberian bingkisan tersebut mengungkapkan, bahwa aksi sosial itu lahir dari kepedulian terhadap warga binaan yang sedang berusaha memperbaiki kehidupan mereka.

Ia menilai, warga binaan tetap membutuhkan dukungan dan penerimaan sosial, agar memiliki keyakinan untuk berubah, serta mempersiapkan diri kembali ke lingkungan masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.

“Saya berharap, perhatian sederhana yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi warga binaan, untuk terus menjalani proses pembinaan dan tidak kehilangan harapan dalam membangun masa depan yang lebih baik,” kata dia.

Kepedulian tersebut mendapat sambutan emosional dari salah satu warga binaan berinisial YS. Ia mengaku, tidak menyangka akan memperoleh perhatian dari masyarakat di luar lingkungan lapas selama menjalani masa pidana.

“Bingkisan yang diterima bukan semata-mata bantuan materi, melainkan juga bentuk dukungan yang memberikan semangat untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” sebut dia.

Dukungan masyarakat itu juga mendapat apresiasi dari Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya. Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung keberhasilan sistem pemasyarakatan yang mengedepankan pembinaan, dan pemulihan hubungan sosial.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Yeni Maruanella, dan seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian kepada warga binaan. Saya berharap, perhatian tersebut dapat memperkuat hubungan antara pihak lapas, warga binaan, dan Masyarakat,” harap Noya.

Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh program yang dilaksanakan di dalam lapas, tetapi juga membutuhkan penerimaan dan dukungan lingkungan sosial, ketika warga binaan nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Ia berharap, warga binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan untuk membentuk kepribadian yang lebih baik, menaati hukum, serta mengembangkan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai moral dan keagamaan.

“Melalui aksi solidaritas tersebut, Lapas Wahai menegaskan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat dalam membangun proses pemasyarakatan yang humanis, sekaligus membuka ruang bagi warga binaan untuk kembali menjadi bagian dari kehidupan sosial secara positif,” tandas Noya.

Example 400x400