BERITA

Mubes IV Majelis Latupati Maluku Bahas Arah Kepemimpinan dan Penguatan Adat

Qiran
27
×

Mubes IV Majelis Latupati Maluku Bahas Arah Kepemimpinan dan Penguatan Adat

Sebarkan artikel ini
Mubes IV Majelis Latupati Maluku, yang berlangsung di Baileo Oikumene, Jumat (16/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Penguatan kelembagaan adat dan keberlanjutan nilai-nilai budaya menjadi perhatian dalam Musyawarah Besar (Mubes) IV Majelis Latupati Maluku, yang berlangsung di Baileo Oikumene, Jumat (16/10/2026).

Ketua Majelis Latupati Maluku, H. Ibrahim MH. Wokas dalam sambutannya menegaskan, bahwa forum musyawarah besar memiliki arti strategis bagi masa depan organisasi, terutama dalam memperkuat persaudaraan antar pemimpin adat, dan merumuskan arah kepemimpinan untuk periode 2026–2031.

“Saya mengajak seluruh peserta menjadikan Mubes IV sebagai kesempatan, untuk memperkuat kebersamaan, serta mengevaluasi perjalanan organisasi. Majelis Latupati harus terus menjaga peran adat sebagai bagian penting dari identitas, dan kehidupan sosial masyarakat Maluku,” kata dia.

Ia mengatakan, soliditas organisasi menjadi salah satu modal utama dalam mempertahankan keberadaan lembaga adat di tengah berbagai tantangan. Karena itu, setiap unsur Majelis Latupati diharapkan mampu menjaga komunikasi, dan membangun kesepahaman demi kepentingan bersama.

Ibrahim juga mengingatkan, bahwa perbedaan pendapat dalam forum musyawarah merupakan hal yang wajar. Namun, setiap pandangan perlu disampaikan dengan semangat persaudaraan, agar keputusan yang dihasilkan dapat diterima dan menjadi pijakan bersama bagi kemajuan organisasi.

“Agenda Mubes IV turut memiliki arti penting, karena menjadi forum penentuan Ketua Umum dan jajaran pengurus Majelis Latupati Provinsi Maluku untuk masa bakti 2026–2031. Saya berharap, proses tersebut dapat berlangsung dengan mengutamakan kepentingan organisasi, serta menjaga hubungan baik di antara para Latupati,” harap Ibrahim.

Ia menekankan, pemimpin yang nantinya mendapat kepercayaan harus mampu menjalankan tugas secara bertanggung jawab, memelihara amanah para pemimpin negeri adat, serta mempererat hubungan antarnegeri di Maluku.

“Jabatan Ketua Umum bukan sekadar kehormatan, tetapi merupakan tanggung jawab besar dan amanat dari para Latupati serta masyarakat adat,” pesan Ibrahim.

Selain menyoroti kepemimpinan, Ibrahim menyampaikan penghargaan kepada pemerintah daerah, lembaga terkait, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan Majelis Latupati Maluku.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada Henry Kalenisa, selaku Upu Latu Maluku atas dukungannya terhadap pelaksanaan Mubes IV. Ia berharap, sinergi yang telah terbangun dapat terus dipelihara, untuk mendukung kepentingan masyarakat adat.

Ibrahim turut mengapresiasi kerja panitia pelaksana, yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut di tengah berbagai keterbatasan. Baginya, upaya panitia mencerminkan komitmen dan pengabdian untuk menjaga keberlangsungan organisasi.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin, selama dirinya menjalankan tugas sebagai Ketua Majelis Latupati Maluku.

Ia menyampaikan permohonan maaf, apabila selama kepemimpinannya terdapat kekurangan, sekaligus mengajak seluruh unsur organisasi mendukung kepemimpinan selanjutnya.

“Saya berharap, Majelis Latupati Maluku semakin kuat sebagai wadah pemersatu para pemimpin adat. Dengan persatuan yang terjaga, organisasi tersebut diharapkan, mampu mempertahankan nilai-nilai budaya, memperkuat ikatan persaudaraan, dan menjaga kehormatan adat di Maluku yang dikenal sebagai Bumi Raja-Raja,” tandas dia.

Example 400x400