Scroll untuk baca artikel
BERITA

Lisa: Anak Harus Menikmati Masa Awal Sekolah Tanpa Tekanan dan Tes Calistung

Qiran
37
×

Lisa: Anak Harus Menikmati Masa Awal Sekolah Tanpa Tekanan dan Tes Calistung

Sebarkan artikel ini
Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena, saat melakukan pemantauan pelaksanaan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, di lima SD di Kota Ambon, Jumat (17/7/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Bunda PAUD Kota Ambon, Lisa Wattimena menegaskan, bahwa anak-anak yang memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD) harus mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tanpa tekanan maupun kewajiban mengikuti tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung), sebagai syarat masuk sekolah.

Penegasan tersebut disampaikan Lisa, saat melakukan pemantauan pelaksanaan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, di lima SD di Kota Ambon, Jumat (17/7/2026).

Sekolah yang dikunjungi meliputi SD Negeri 3 Halong, SD Negeri 4 Halong, SD Negeri 2 Hative Besar, SD Negeri 4 Hative Besar, dan SD Negeri 1 Passo.

Dalam kunjungan itu, Lisa menyempatkan diri bertemu dan berdialog langsung dengan para siswa kelas I. Suasana penuh keakraban terlihat ketika anak-anak menyambut kehadirannya dengan antusias dan mengikuti berbagai interaksi dengan penuh keceriaan.

Menurut Lisa, masa peralihan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menuju SD merupakan fase penting, yang perlu didukung oleh lingkungan belajar yang ramah anak, agar peserta didik dapat beradaptasi dengan baik.

“Yang terpenting adalah, anak-anak merasa nyaman dengan lingkungan sekolah yang baru. Jika mereka merasa senang dan aman, maka proses belajar akan berlangsung lebih baik dan mereka dapat menerima pembelajaran tanpa tekanan,” kata Lisa.

Ia menjelaskan, Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan memiliki tiga fokus utama, yakni menghapus tes calistung sebagai syarat penerimaan peserta didik baru, menghadirkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang ramah anak, serta memperkuat enam kemampuan fondasi yang telah dibangun sejak anak berada di bangku PAUD.

Menurut Lisa, pendekatan tersebut bertujuan, untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka, sehingga proses adaptasi di lingkungan sekolah berlangsung secara alami dan menyenangkan.

Selain peran sekolah, Lisa menilai, keluarga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

Karena itu, orang tua diharapkan tidak hanya menyerahkan proses pendidikan kepada sekolah, tetapi juga aktif membangun karakter anak, melalui pola pengasuhan yang baik.

“Pemenuhan hak anak bukan hanya memberikan pendidikan formal di sekolah, tetapi juga menghadirkan pendidikan di rumah yang mampu membentuk mental, karakter, dan kebiasaan positif. Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya,” ujarnya.

Lisa juga mengingatkan para orang tua, agar lebih bijak mengawasi penggunaan gawai oleh anak.

Menurutnya, pemakaian telepon genggam secara berlebihan berpotensi mengurangi konsentrasi belajar, menghambat interaksi sosial, hingga berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak.

“Anak-anak jangan terlalu sering bermain gawai. Gunakan seperlunya dan untuk hal-hal yang bermanfaat. Orang tua harus mendampingi, dan mengawasi penggunaannya, agar tidak memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak,” imbaunya.

Melalui pemantauan tersebut, Lisa berharap, seluruh sekolah dasar di Kota Ambon dapat menjalankan Program Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan secara konsisten.

“Dengan demikian, setiap anak dapat merasakan pengalaman pertama di bangku sekolah dasar yang aman, menyenangkan, serta mendukung pembentukan karakter dan perkembangan mereka sejak dini,” harap Lisa.

Example 400x400