Scroll untuk baca artikel
BERITA

Lapas Wahai Perkuat Kesehatan Mental Warga Binaan Lewat Sesi Psikoedukasi dan Dialog Terbuka

Qiran
57
×

Lapas Wahai Perkuat Kesehatan Mental Warga Binaan Lewat Sesi Psikoedukasi dan Dialog Terbuka

Sebarkan artikel ini
Lapas Wahai menggelar kegiatan penguatan mental dan psikologi, melalui sesi psikoedukasi, serta dialog interaktif di Beranda Mesra, Selasa (4/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Upaya pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai tidak hanya difokuskan pada pembentukan keterampilan, melainkan juga pada kesehatan mental warga binaan.

Sebagai bagian dari pendekatan tersebut, Lapas Wahai menggelar kegiatan penguatan mental dan psikologi, melalui sesi psikoedukasi, serta dialog interaktif di Beranda Mesra, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh warga binaan ini, dirancang untuk membantu peserta mengelola tekanan selama menjalani masa pidana, membangun kembali rasa percaya diri, sekaligus menyediakan ruang komunikasi yang terbuka antara petugas dan warga binaan.

Petugas Kesehatan Lapas Wahai, Fajar Pradhana Wisady membuka kegiatan dengan menyampaikan materi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental, di lingkungan yang memiliki keterbatasan.

Ia juga menjelaskan berbagai cara mengendalikan stres, mengelola emosi, serta membangun pola pikir positif, agar warga binaan tetap mampu menjalani proses pembinaan dengan baik.

Menurut Fajar, tekanan psikologis merupakan tantangan yang kerap dihadapi selama menjalani masa pembinaan. Oleh karena itu, pemahaman mengenai manajemen stres menjadi bekal penting, agar warga binaan mampu menghadapi berbagai situasi secara lebih sehat.

Setelah penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan dialog terbuka. Dalam sesi tersebut, warga binaan diberi kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, keluhan, maupun persoalan yang mereka rasakan selama berada di dalam lapas. Suasana diskusi berlangsung akrab dan mendapatkan respons positif dari seluruh peserta.

Salah satu warga binaan berinisial IB mengaku merasa diperhatikan melalui kegiatan ini.

“Kesempatan untuk berbicara secara langsung membuat dirinya merasa lebih lega, sementara materi yang diberikan membantu membangun semangat, serta cara pandang yang lebih positif dalam menjalani masa pidana,” ujar dia.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi menjelaskan, bahwa forum dialog menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi antara petugas dan warga binaan.

“Selain mendengarkan berbagai aspirasi, kami juga menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi, guna meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan di lingkungan lapas,” kata La Joi.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Lapas Kelas III Wahai, Usman Bakri menegaskan, bahwa pembinaan yang efektif harus memperhatikan kondisi psikologis warga binaan, bukan hanya aspek kedisiplinan maupun keterampilan semata.

Menurutnya, pendekatan yang lebih humanis akan membantu petugas memahami kebutuhan, serta kondisi emosional warga binaan, sehingga proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal.

Ke depannya, Lapas Wahai berencana menjadikan kegiatan penguatan mental dan dialog interaktif sebagai agenda rutin.

“Langkah ini diharapkan mampu memantau perkembangan psikologis warga binaan secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, kondusif, dan berorientasi pada pembinaan manusia, agar siap kembali berperan positif di tengah masyarakat,” tandas dia.

Example 400x400