AMBON | MantikNews.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku mulai menjajaki kerja sama dengan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku, guna mengoptimalkan pelaksanaan program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Kepala Bagian Umum Kanwil Ditjenpas Maluku, Sarwono, bersama jajaran Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda, di Ambon, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan ini diarahkan untuk membuka ruang kolaborasi antara kedua instansi, terutama dalam mendorong pemanfaatan potensi pertanian yang tersedia di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh wilayah Maluku.
Sarwono menjelaskan, pelaksanaan program ketahanan pangan membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah yang memiliki keahlian dan pengalaman di sektor pertanian. Karena itu, kerja sama dengan Dinas Pertanian dinilai penting, untuk membantu UPT Pemasyarakatan mengembangkan kegiatan pertanian secara lebih efektif.
Menurutnya, keterlibatan Dinas Pertanian diharapkan dapat membuka peluang pendampingan teknis, mulai dari pengelolaan lahan, penentuan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi setempat, hingga penerapan metode budidaya yang produktif dan berkelanjutan.
“Program ketahanan pangan perlu didukung melalui kerja sama yang terencana. Kami berharap, Dinas Pertanian dapat memberikan pendampingan dan masukan teknis, agar potensi pertanian di UPT Pemasyarakatan dapat dimanfaatkan secara maksimal,” kata Sarwono.
Ia menegaskan, pengembangan sektor pertanian di lingkungan pemasyarakatan merupakan bagian dari upaya mendukung program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dengan dukungan yang tepat, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan lahan, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masing-masing UPT.
Selain itu, pengembangan pertanian dapat menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan keterampilan warga binaan. Melalui kegiatan produktif yang disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan setiap UPT, warga binaan berpeluang memperoleh pengetahuan praktis sebagai bekal, untuk membangun kemandirian setelah menyelesaikan masa pidana.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku, Ilham Tauda menyambut positif inisiatif Kanwil Ditjenpas Maluku, untuk membangun kemitraan dengan instansi yang dipimpinnya.
Ia menilai koordinasi lintas lembaga diperlukan, agar potensi yang dimiliki masing-masing pihak dapat dimanfaatkan, untuk mendukung pelaksanaan program secara optimal.
Ilham berharap, komunikasi yang telah terbangun dalam pertemuan tersebut dapat dilanjutkan dengan pembahasan teknis mengenai bentuk dukungan, dan kegiatan yang memungkinkan untuk dilaksanakan bersama.
“Potensi yang dimiliki masing-masing instansi perlu dikelola melalui koordinasi yang baik. Kami menyambut positif inisiatif ini dan berharap, pembicaraan yang telah dilakukan dapat ditindaklanjuti menjadi program kerja sama yang konkret,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak juga membahas peluang dukungan berdasarkan tugas dan kewenangan masing-masing instansi. Kehadiran jajaran Bidang Umum dan SDM Kanwil Ditjenpas Maluku turut memperkuat koordinasi internal untuk mendukung pelaksanaan program prioritas kementerian.
Kerja sama yang tengah dijajaki ini diharapkan, dapat mendorong UPT Pemasyarakatan se-Maluku mengembangkan kegiatan pertanian sesuai ketersediaan lahan, kondisi lingkungan, serta sumber daya yang dimiliki.
Di sisi lain, penguatan program ketahanan pangan diharapkan berjalan beriringan dengan pembinaan kemandirian warga binaan, melalui kegiatan yang produktif dan memiliki nilai manfaat.
Kanwil Ditjenpas Maluku pun berkomitmen memperluas koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, untuk mendukung pelaksanaan program strategis kementerian.
Sinergi dengan Dinas Pertanian Provinsi Maluku diharapkan, menjadi langkah awal bagi pengembangan program ketahanan pangan yang lebih terarah dan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.













