AMBON | MantikNews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, melalui edukasi kebencanaan yang berkelanjutan untuk menhadapi bencana seperti gempa bumi dan tsunami.
“Langkah ini dinilai penting, agar warga memiliki kemampuan mengenali ancaman, serta mengetahui tindakan penyelamatan diri saat gempa bumi dan tsunami terjadi,” kata Kepala BPBD Kota Ambon, Frits R.M. Tatipikalawan kepada wartawan, di Balai Kota Ambon, Senin (26/10/2026).
Ia menekankan, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun sejak sebelum keadaan darurat terjadi, bukan hanya ketika ancaman sudah berada di depan mata.
Menurut Frits, pelaksanaan Sekolah Lapang Bencana yang diprakarsai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi salah satu momentum, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko kebencanaan.
Ia mengatakan, pemerintah kota melalui BPBD terus berupaya mendorong kesiapsiagaan warga, dengan memperkuat sosialisasi, dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
“Persiapan Pemkot Ambon juga dilakukan melalui sosialisasi, penguatan kapasitas, serta tindakan nyata melalui BPBD bagi masyarakat. Edukasi prabencana ini harus betul-betul diperkuat,” ujar Frits.
Ia menjelaskan, pemahaman terhadap bencana perlu diterjemahkan menjadi kemampuan praktis, yang dapat diterapkan masyarakat.
Warga tidak cukup hanya mengetahui jenis ancaman, tetapi juga perlu memahami risiko di lingkungan masing-masing, serta langkah yang harus dilakukan, untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga.
Dalam kondisi darurat, pengetahuan yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan secara lebih terarah. Karena itu, penyampaian informasi kebencanaan perlu terus dilakukan, agar warga memahami pentingnya mengikuti petunjuk keselamatan dan arahan petugas berwenang.
Frits menilai, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana. Pemerintah melalui perangkat terkait perlu menyiapkan langkah mitigasi, sementara warga juga harus memiliki kesadaran, untuk mengenali ancaman dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk.
BPBD Kota Ambon pun diharapkan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, dalam memperluas jangkauan edukasi kebencanaan.
“Melalui upaya tersebut, pengetahuan mengenai ancaman gempa bumi dan tsunami dapat semakin dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” harap dia.
Bagi Kota Ambon yang memiliki potensi ancaman bencana, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting, dalam membangun ketangguhan daerah.
Kesiapan menghadapi bencana membutuhkan dukungan pemerintah, sekaligus partisipasi aktif warga, agar risiko terhadap keselamatan manusia dapat ditekan.
“Saya berharap, penguatan edukasi prabencana dapat menumbuhkan budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, warga diharapkan mampu bertindak secara tepat, mengutamakan keselamatan, dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih siap menghadapi ancaman bencana,” sebut dia.













