BERITA

Belajar Sambil Bermain, Warga Binaan Lapas Wahai Latih Kosakata Bahasa Inggris

Qiran
27
×

Belajar Sambil Bermain, Warga Binaan Lapas Wahai Latih Kosakata Bahasa Inggris

Sebarkan artikel ini
Warga binaan Lapas Kelas III Wahai, saat mengikuti pembelajaran bahasa Inggris, Rabu (7/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Suasana pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai berlangsung lebih interaktif, saat warga binaan mengikuti pembelajaran bahasa Inggris, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga mengajak warga binaan terlibat langsung melalui permainan tebak kosakata. Metode ini digunakan untuk membantu peserta memahami, sekaligus mengingat sejumlah kata dalam bahasa Inggris yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari.

Pembelajaran dipandu Harisa, peserta magang di Lapas Wahai. Dalam pelaksanaannya, warga binaan diberikan sejumlah kosakata untuk kemudian menebak arti maupun makna kata tersebut.

Suasana belajar yang dikemas dalam bentuk permainan membuat peserta memiliki kesempatan, untuk berinteraksi secara aktif. Selain menambah perbendaharaan kata, kegiatan ini juga melatih daya ingat, dan keberanian warga binaan dalam menjawab pertanyaan.

Salah seorang warga binaan, IP menilai, metode tersebut membuat proses pembelajaran terasa lebih ringan dan menyenangkan.

“Belajar bahasa Inggris hari ini menyenangkan, karena ada permainan tebak kosakata. Kami bisa belajar sambil bermain, sehingga lebih mudah mengingat kata-kata yang diberikan,” ujar IP.

Harisa menjelaskan, pemilihan metode permainan dilakukan untuk menciptakan proses belajar yang tidak monoton. Menurutnya, keterlibatan peserta menjadi salah satu hal penting, agar materi yang diberikan dapat lebih mudah dipahami.

“Saya mencoba membuat pembelajaran lebih interaktif dengan permainan tebak kosakata. Harapannya, warga binaan dapat lebih mudah memahami dan mengingat kosakata bahasa Inggris yang dipelajari,” katanya.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai, pembelajaran bahasa asing dapat menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan warga binaan, selama mengikuti program pembinaan.

“Kami mengapresiasi kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang diberikan kepada warga binaan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menambah pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri warga binaan,” ujar Tersih.

Menurutnya, kegiatan edukatif seperti pembelajaran bahasa Inggris perlu terus didorong, sebagai bagian dari pembinaan yang memberikan manfaat praktis bagi warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, warga binaan Lapas Wahai tidak hanya memperoleh tambahan kosakata bahasa Inggris, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang mendorong keaktifan, keberanian dan kepercayaan diri selama menjalani masa pembinaan.

Example 400x400