BERITA

Bawa Semangat Sepak Bola Jerman ke Kegiatan Positif, DMA Ambon Resmi Dikukuhkan

Qiran
48
×

Bawa Semangat Sepak Bola Jerman ke Kegiatan Positif, DMA Ambon Resmi Dikukuhkan

Sebarkan artikel ini
DMA secara resmi mengukuhkan kepengurusannya, dalam kegiatan yang digelar di kawasan Pantai Halassy, Desa Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (30/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Komunitas pencinta Tim Nasional (Timnas) Jerman di Ambon kini memiliki wadah resmi, untuk mempererat hubungan antarsesama pendukung Die Mannschaft.

Die Mannschaft Ambonese (DMA) secara resmi mengukuhkan kepengurusannya, dalam kegiatan yang digelar di kawasan Pantai Halassy, Desa Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (30/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum awal bagi DMA, untuk membangun komunitas yang tidak hanya aktif ketika Timnas Jerman menjalani pertandingan, tetapi juga mampu berkontribusi melalui kegiatan sosial, olahraga dan kemasyarakatan.

Prosesi pelantikan pengurus dilakukan oleh salah satu pendiri DMA, Karel Sampe. Dalam sambutannya, Karel menyebut sepak bola memiliki kekuatan, untuk mempertemukan orang-orang dengan latar belakang berbeda dalam semangat persahabatan.

Menurutnya, masyarakat Ambon memiliki kedekatan yang kuat dengan sepak bola. Kondisi tersebut menjadi modal bagi DMA, untuk membangun komunitas yang solid, sekaligus menghadirkan kegiatan yang berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Karel mengingatkan, bahwa menjadi pendukung Timnas Jerman seharusnya tidak hanya diwujudkan, melalui antusiasme menyaksikan pertandingan dan merayakan kemenangan.

Ia berharap, kecintaan terhadap Die Mannschaft dapat diterjemahkan dalam bentuk persaudaraan, solidaritas serta aktivitas bersama yang bermanfaat.

“Menjadi pendukung bukan hanya soal bagaimana kita menyaksikan pertandingan atau merayakan kemenangan. Lebih dari itu, kecintaan terhadap sepak bola harus mampu mempererat persaudaraan dan melahirkan kegiatan yang positif,” ujar Karel.

Ia juga meminta, pengurus yang telah menerima mandat untuk menjalankan organisasi secara bertanggung jawab. Jabatan dalam kepengurusan, kata dia, harus dipandang sebagai amanah untuk menjaga keberlangsungan komunitas.

“Kepengurusan bukan sekadar jabatan. Ada tanggung jawab, untuk membuat komunitas ini semakin aktif, semakin kompak dan bisa memberikan manfaat,” katanya.

DMA selanjutnya diarahkan, untuk tidak terpaku pada agenda sepak bola. Berbagai kegiatan sosial, olahraga bersama, bakti sosial hingga nonton bareng secara tertib diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas komunitas.

Karel juga mengajak anggota DMA menjadikan sejumlah nilai yang identik, dengan sepak bola Jerman sebagai inspirasi dalam kehidupan organisasi.

Disiplin, kerja keras, kekompakan, mentalitas serta kemampuan bangkit dari kegagalan dinilai relevan, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas, sebagai bagian dari identitas komunitas. Dukungan terhadap tim kesayangan, menurutnya, harus tetap disertai sikap dewasa dalam menerima kemenangan maupun kekalahan.

Selain itu, kekompakan internal menjadi perhatian penting. Karel mengakui, perbedaan pendapat dalam sebuah organisasi merupakan hal yang tidak dapat dihindari.

Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi persoalan yang merusak hubungan kekeluargaan.

Struktur Kepengurusan DMA

Dalam momentum pengukuhan tersebut, DMA menetapkan susunan Dewan Penasehat, Dewan Pembina serta pengurus harian.

Dewan Penasehat terdiri dari Karel Sampe, Abd. M. Guen Latuconsina dan Yus Uluputty. Sementara Dewan Pembina ditempati Moretz de Fretes, Viana Kakerissa dan Gerald Mailoa.

Untuk struktur pengurus, posisi Ketua Umum dipercayakan kepada Lutbi Ode, didampingi Maikel Siahaya dan Heidy Patrecia Patty sebagai Wakil Ketua.

Yoan Titahalawa menjabat Sekretaris Umum, dengan Vannya Nendissa sebagai Sekretaris I. Sementara posisi Bendahara Umum diemban Grace Lesnussa.

Pemilihan Pantai Halassy sebagai lokasi kegiatan, sekaligus memberikan suasana berbeda bagi proses pengukuhan organisasi tersebut.

Dari kawasan wisata itu, DMA memulai langkah untuk membangun komunitas, yang lebih terorganisasi dan memiliki agenda kegiatan yang berkelanjutan.

DMA juga diharapkan dapat membuka hubungan, dengan komunitas-komunitas sepak bola lainnya di Ambon.

Dengan demikian, keberadaan komunitas pencinta Timnas Jerman tidak hanya menjadi wadah bagi para suporter, tetapi juga bagian dari ekosistem sepak bola dan kegiatan sosial masyarakat.

Untuk itu, Karel mengajak seluruh anggota DMA menjaga semangat persaudaraan dengan membawa pesan, “Dari Ambon untuk Die Mannschaft.”

Semangat tersebut kemudian disatukan melalui semboyan “Mia san mia” dan “Wir sind wir”, yang menjadi simbol kepercayaan diri, kebersamaan, mentalitas untuk terus berjuang serta tetap rendah hati.

Dengan pengukuhan kepengurusan ini, DMA menegaskan, eksistensinya sebagai komunitas yang menjadikan kecintaan terhadap Timnas Jerman, sebagai titik awal untuk membangun persahabatan dan kegiatan positif di Ambon.

Example 400x400