Scroll untuk baca artikel

BERITA

Lapas Wahai Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Qiran
87
×

Lapas Wahai Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas III Wahai memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan menggelar upacara bendera, yang berlangsung di lapangan blok Lapas, Senin (17/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, dengan menggelar upacara bendera, yang berlangsung di lapangan blok Lapas, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti jajaran pegawai, warga binaan, dan peserta MagangHub.

Peringatan kemerdekaan dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” berlangsung dalam suasana khidmat.

Tidak hanya menjadi agenda seremonial, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi jajaran Lapas Wahai, untuk memperkuat semangat pengabdian dan pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Pesan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., disampaikan dalam amanat upacara.

Ia mengingatkan, seluruh jajaran pemasyarakatan agar menjalankan tugas secara profesional dengan tetap mengedepankan hukum, nilai kemanusiaan, serta penghormatan terhadap martabat Warga Binaan.

Dalam amanat tersebut ditekankan pula pentingnya membangun sistem pemasyarakatan yang aman, tertib, dan produktif.

Jajaran juga diminta menjaga integritas, mengikuti perkembangan transformasi digital, serta memperkuat kerja sama dan persatuan, dalam menjalankan tanggung jawab kelembagaan.

Di sisi lain, peringatan HUT ke-81 RI di Lapas Wahai turut menjadi bagian dari pemberian Remisi Umum bagi narapidana, yang telah memenuhi ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menyatakan, pihaknya siap menjalankan arahan Menteri, dengan melakukan penguatan pada aspek pelayanan maupun pembinaan.

“Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan, melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pembinaan. Kami berkomitmen menjaga integritas, memberikan pelayanan secara humanis, serta memastikan setiap program pembinaan dapat memberikan manfaat bagi warga binaan,” ujar Tersih.

Ia mengatakan, pembinaan yang dilakukan di Lapas Wahai harus mampu menjadi bekal bagi warga binaan, untuk menjalani kehidupan yang lebih baik, setelah menyelesaikan masa pidananya.

Tersih juga berharap, pemberian remisi dapat menjadi pemacu bagi penerimanya, untuk terus mempertahankan perilaku baik, serta mengikuti proses pembinaan secara konsisten.

“Remisi merupakan bentuk penghargaan bagi warga binaan yang memenuhi persyaratan. Kami berharap, ini menjadi motivasi agar mereka semakin disiplin, terus mengikuti pembinaan dan nantinya mampu kembali ke masyarakat dengan membawa perubahan positif,” katanya.

Upacara diakhiri dengan doa bersama dan pemberian ucapan selamat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, sekaligus memperkuat nuansa kebersamaan dan semangat nasionalisme keluarga besar Lapas Kelas III Wahai, dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Example 400x400