Scroll untuk baca artikel
BERITA

Bina Kemandirian Warga Binaan, Lapas Wahai Perluas Budidaya Tomat

Qiran
86
×

Bina Kemandirian Warga Binaan, Lapas Wahai Perluas Budidaya Tomat

Sebarkan artikel ini
Penanaman bibit tomat yang berlangsung pada Kamis (6/8/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus mengembangkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, melalui sektor pertanian.

Salah satu upaya terbaru yang dilakukan adalah, menanam ratusan bibit tomat di lahan produktif milik lapas, sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Penanaman bibit tomat yang berlangsung pada Kamis (6/8/2026) tersebut memanfaatkan area asimilasi dan edukasi yang selama ini dijadikan lokasi pembelajaran bagi warga binaan.

Program ini tidak hanya bertujuan mengoptimalkan lahan yang tersedia, tetapi juga membekali warga binaan, dengan kemampuan bercocok tanam yang bernilai ekonomi.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi menjelaskan, bahwa komoditas tomat dipilih, karena memiliki masa tanam yang relatif singkat, serta permintaan pasar yang cukup tinggi.

“Kami ingin setiap lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal. Melalui budidaya tomat ini, warga binaan memperoleh pengalaman dan keterampilan di bidang hortikultura, yang nantinya dapat menjadi bekal, setelah mereka kembali ke tengah masyarakat. Selain untuk kebutuhan konsumsi di dalam lapas, hasil panennya juga diharapkan bisa dipasarkan,” ujarnya.

Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri menambahkan, bahwa pembinaan berbasis pertanian merupakan salah satu strategi, untuk mempersiapkan warga binaan menjalani kehidupan yang lebih mandiri, setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurutnya, aktivitas pertanian tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, melainkan juga sarana membangun etos kerja, rasa tanggung jawab, serta keterampilan yang dapat dijadikan sumber penghasilan di masa depan.

“Kami berharap, kemampuan yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat menjadi modal bagi warga binaan, untuk memulai kehidupan baru yang produktif saat kembali ke masyarakat. Antusiasme mereka dalam merawat tanaman menjadi motivasi bagi kami, untuk terus mengembangkan program serupa,” kata Usman.

Apresiasi terhadap langkah Lapas Wahai juga disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro.

“Pemanfaatan lahan produktif di lingkungan Lapas merupakan bentuk inovasi, yang patut dipertahankan dan dikembangkan,” sebut Ricky.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas tidak seharusnya menghambat pelaksanaan program pembinaan.

Ia pun mendorong seluruh jajaran pemasyarakatan di Maluku, untuk terus memperluas pengembangan komoditas pertanian, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan keterampilan bagi warga binaan.

“Melalui pengembangan budidaya tomat ini, Lapas Wahai menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembinaan kepribadian, tetapi juga peningkatan keterampilan hidup, sehingga warga binaan memiliki bekal yang bermanfaat saat kembali berbaur dengan masyarakat,” tegas Ricky.

Example 400x400