Scroll untuk baca artikel
BERITA

Hengky: Film Dua Nafas Jadi Bukti Anak Maluku Mampu Bersaing di Perfilman Nasional

Qiran
57
×

Hengky: Film Dua Nafas Jadi Bukti Anak Maluku Mampu Bersaing di Perfilman Nasional

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah SOKSI Maluku, Hengky Wattimena. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) SOKSI Maluku, Hengky Wattimena mengajak seluruh masyarakat Maluku, untuk memberikan dukungan penuh terhadap film Dua Nafas yang tengah tayang di bioskop.

Menurutnya, kehadiran putra daerah Maluku, Auzan Noh Karepesina, sebagai salah satu pemeran dalam film tersebut menjadi kebanggaan bersama, sekaligus membuktikan, bahwa generasi muda Maluku memiliki kemampuan, untuk bersaing di industri perfilman nasional.

Pernyataan itu disampaikan Hengky, usai mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film Dua Nafas bersama jajaran pengurus dan kader Depidar SOKSI Maluku, di bioskop XXI Ambon City Center (ACC), Sabtu (4/7/2026).

Hengky mengatakan, pencapaian yang diraih Auzan patut mendapat apresiasi luas dari seluruh masyarakat Maluku.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa talenta daerah mampu menembus industri kreatif di tingkat nasional apabila mendapat kesempatan yang layak serta dukungan yang memadai.

“Ini merupakan karya anak bangsa yang patut kita dukung bersama. Di sisi lain, kehadiran Auzan Noh Karepesina dalam film ini juga menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku karena menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu berkarya di industri perfilman nasional,” ujar Hengky.

Ia berharap, keberhasilan tersebut dapat memotivasi anak-anak muda Maluku, untuk terus mengembangkan kemampuan diri, dan tidak ragu mengejar peluang di dunia industri kreatif, termasuk bidang perfilman.

Menurut Hengky, Maluku memiliki banyak generasi muda berbakat yang mampu bersaing setara, dengan talenta dari berbagai daerah di Indonesia.

Oleh karenanya, mereka membutuhkan ruang yang luas untuk berkarya, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara maksimal.

“Sebagai orang muda, kami ingin mendorong, agar semakin banyak generasi Maluku yang berkiprah di dunia perfilman dan industri kreatif. Prestasi ini membuktikan, bahwa anak-anak Maluku tidak kalah bersaing dengan daerah lain,” tambahnya.

Selain mengapresiasi keterlibatan Auzan dalam film tersebut, Hengky juga menilai, Dua Nafas menghadirkan pesan moral yang kuat bagi para penontonnya.

Menurutnya, film itu tidak hanya menawarkan hiburan semata, tetapi juga mengangkat nilai-nilai kehidupan yang sangat relevan dengan dinamika kehidupan keluarga.

Ia menyebut, banyak adegan dalam film tersebut yang mampu menyentuh emosi penonton, karena mengisahkan pentingnya kasih sayang, penghormatan kepada orang tua, serta besarnya pengorbanan seorang ibu dan nenek, dalam membina keluarga.

“Film ini memberikan semangat dan menyentuh perasaan penonton. Siapa pun yang pernah memiliki ibu atau nenek akan merasakan pesan yang disampaikan. Film ini mengajarkan kita, untuk lebih menghargai orang tua dan keluarga,” ungkap Hengky.

Melalui kegiatan nonton bareng tersebut, Depidar SOKSI Maluku ingin mengajak, masyarakat untuk terus mendukung karya-karya perfilman Indonesia, sekaligus memberikan apresiasi seluas-luasnya kepada putra-putri daerah, yang berhasil mengharumkan nama Maluku di tingkat nasional.

Hengky berharap, keberhasilan Auzan menjadi inspirasi bagi generasi muda Maluku untuk terus berkarya, menumbuhkan rasa percaya diri, dan berani mewujudkan cita-cita di berbagai bidang, termasuk industri perfilman yang kini semakin berkembang pesat, dan membuka peluang besar bagi talenta-talenta baru.

Example 400x400