Scroll untuk baca artikel
BERITA

Nobar Piala Dunia Warga Binaan Lapas Wahai Jadi Sorotan Nasional

Qiran
101
×

Nobar Piala Dunia Warga Binaan Lapas Wahai Jadi Sorotan Nasional

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas III Wahai menggelar penggeledahan mendadak di blok hunian warga binaan bersama personel Koramil 1502-05 Wahai, Selasa (30/6/2026) malam. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Pelaksanaan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 bagi warga binaan, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai mendapat perhatian di tingkat nasional.

Program yang memadukan pemenuhan hak rekreasi dengan penerapan aspek keamanan ini mengantarkan Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjadi narasumber dalam siaran langsung Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 3 Jakarta melalui sambungan telepon, Selasa (30/6/2026).

Dalam wawancara yang dipandu penyiar RRI Pro 3, Fajar Nugroho, selama kurang lebih 10 menit, Tersih memaparkan pelaksanaan kegiatan nobar di lingkungan Lapas Wahai, mulai dari tujuan diselenggarakannya, antusiasme warga binaan, hingga mekanisme pengawasan selama pertandingan berlangsung.

Menurut Tersih, kegiatan nobar merupakan salah satu bentuk pemenuhan hak warga binaan, untuk memperoleh hiburan yang sehat dan positif, selama menjalani masa pidana.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Beranda “Mesra” Lapas Wahai, agar mudah diawasi oleh petugas, serta tetap berlangsung dalam kondisi aman dan tertib.

“Antusiasme warga binaan sangat tinggi, namun pelaksanaannya tetap kami atur agar berjalan tertib. Seluruh kegiatan dipusatkan di satu tempat, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengenai pertandingan yang digelar pada dini hari, Tersih menegaskan, bahwa pihaknya tetap berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Oleh karena itu, warga binaan hanya difasilitasi menyaksikan pertandingan setelah kamar hunian dibuka, sesuai jadwal operasional Lapas.

 

 

“Kami tidak membuka kamar hunian di luar jadwal semata-mata, untuk menonton pertandingan. Kegiatan nobar disesuaikan dengan ketentuan operasional Lapas, sehingga hak rekreasi tetap terpenuhi tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban,” tegasnya.

Selain memberikan sarana hiburan, Tersih menjelaskan, bahwa warga binaan juga secara rutin mengikuti berbagai program pembinaan kemandirian, seperti pertanian dan pembuatan kerajinan tangan.

Hasil dari kegiatan tersebut telah memberikan manfaat ekonomi, berupa pemberian insentif bagi warga binaan yang aktif mengikuti program pembinaan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Lapas Wahai, dalam menghadirkan hiburan bagi warga binaan, tanpa mengesampingkan aspek keamanan dan tata tertib.

“Kami mendukung upaya memberikan hiburan yang positif bagi warga binaan, selama pelaksanaannya tetap berada dalam koridor peraturan yang berlaku. Keputusan Lapas Wahai, untuk tidak membuka kamar hunian di luar jadwal menunjukkan, bahwa pemenuhan hak warga binaan dapat berjalan seiring dengan penerapan standar keamanan,” kata Ricky.

Ia menilai, perhatian yang diberikan oleh RRI Pro 3 Jakarta menjadi bukti, bahwa praktik pembinaan yang dijalankan Lapas Wahai mendapatkan apresiasi, karena mampu menyeimbangkan pemenuhan hak warga binaan dengan penerapan disiplin dan keamanan.

Momentum ini juga menjadi kesempatan, untuk memperkenalkan berbagai program pembinaan yang telah berjalan di Lapas Wahai kepada masyarakat luas.

Example 400x400