AMBON | MantikNews.com – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan, bahwa musik bukan sekadar hiburan semata, melainkan juga media yang efektif untuk menyampaikan pesan moral, membangun karakter, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Oleh karena itu, seni dan budaya perlu terus dirawat serta dimanfaatkan, sebagai sarana menanamkan nilai-nilai positif.
Pernyataan tersebut disampaikan Kapolda dalam sambutannya, saat membuka Lomba Vokal Group antar Satuan Kerja (Satker) Polda Maluku, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, yang berlangsung di Gedung Presisi Polda Maluku, Kamis (25/6/2026).
Menurut Kapolda, bernyanyi merupakan aktivitas yang tidak sesederhana seperti yang dibayangkan banyak orang. Seorang penyanyi harus mampu menghafal lirik, memahami nada, serta mengikuti irama musik dengan baik, agar dapat menyampaikan pesan yang terkandung dalam lagu secara utuh.
“Kalau disuruh bernyanyi, kita harus menghafal lirik, nadanya, bahkan kapan musik masuk dan keluar. Namun, bagi mereka yang memang memiliki talenta, hal itu menjadi sesuatu yang luar biasa,” ujar Kapolda.
Kapolda mengaku, masyarakat Maluku memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan dunia seni, khususnya musik.
Bahkan, daerah ini telah lama dikenal sebagai salah satu wilayah yang banyak melahirkan penyanyi-penyanyi berbakat di tingkat nasional.
“Kalau ada sepuluh orang Ambon, sebelas diantaranya bisa bernyanyi. Ungkapan itu menunjukkan betapa kuatnya hubungan masyarakat Maluku, dengan seni dan musik,” katanya.
Menurut Kapolda, kekayaan budaya tersebut merupakan modal sosial yang sangat penting untuk terus dipelihara.
Lagu dan musik dapat menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan, sekaligus media efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap daerah dan budaya lokal.

Ia mencontohkan, berbagai lagu daerah Maluku yang hingga kini masih dikenal dan dinyanyikan masyarakat, karena mengandung nilai sejarah, semangat perjuangan, serta pesan kehidupan yang tetap relevan bagi generasi muda saat ini.
Selain menyoroti potensi seni dan budaya, Kapolda juga mengingatkan pentingnya mensyukuri berbagai anugerah, yang dimiliki oleh tanah Maluku.
Kekayaan sumber daya alam, kondisi lingkungan yang masih terjaga, serta karakter masyarakat yang ramah merupakan kekuatan besar, dalam membangun daerah ini.
“Alam Maluku memberikan banyak sekali anugerah. Dengan sumber daya yang ada, masyarakat bisa hidup dengan baik asalkan rajin dan terus berusaha. Dari situ lahir masyarakat yang sehat, ramah, dan memiliki pandangan hidup yang positif,” ungkapnya.
Kapolda menambahkan, kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh melimpahnya sumber daya alam, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimilikinya.
Karena itu, setiap individu harus terus berupaya memperbaiki diri, dan berkontribusi secara positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui pelaksanaan lomba vokal group tersebut, Kapolda berharap, setiap lagu yang dibawakan oleh peserta mampu menghadirkan pesan-pesan kebaikan yang dapat diterima, dan selalu diingat oleh masyarakat.
“Saya berharap, lagu-lagu yang dinyanyikan bisa menjadi kenangan indah, menjadi pesan yang terus diingat masyarakat, serta menyebarkan semangat untuk terus berbuat baik, hidup rukun, dan senantiasa menjaga persaudaraan,” tuturnya.
Lomba Vokal Group antar Satker Polda Maluku menjadi salah satu agenda dalam rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80.
Selain menjadi wadah penyaluran bakat dan kreativitas personel, kegiatan ini juga mencerminkan upaya Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan seni, budaya, dan semangat kebersamaan.













