Scroll untuk baca artikel
BERITA

Warga Binaan Lapas Wahai Panen 40 Ikat Kangkung Hidroponik

Qiran
63
×

Warga Binaan Lapas Wahai Panen 40 Ikat Kangkung Hidroponik

Sebarkan artikel ini
Lapas Wahai panen sebanyak 40 ikat kangkung hidroponik, yang dibudidayakan langsung oleh Warga Binaan di lingkungan dalam tembok lapas, Senin (15/6/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menorehkan hasil positif dari program pembinaan kemandirian, dengan keberhasilan memanen sebanyak 40 ikat kangkung hidroponik.

Tanaman ini dibudidayakan langsung oleh Warga Binaan di lingkungan dalam tembok lapas, Senin (15/6/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembekalan keterampilan di bidang pertanian, sekaligus mendorong Warga Binaan memanfaatkan masa pembinaan secara produktif dan bermanfaat.

Panen kangkung tersebut merupakan buah dari kerja keras serta pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas pembinaan, mulai dari tahap penyemaian benih, pemeliharaan tanaman, hingga tiba pada masa panen.

Program hidroponik yang dikembangkan di Lapas Wahai ini diharapkan, menjadi sarana pembelajaran praktis yang memberikan manfaat jangka panjang bagi Warga Binaan.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya mengapresiasi tinggi semangat dan kesungguhan yang ditunjukkan para Warga Binaan, dalam mengelola budidaya kangkung hidroponik hingga menghasilkan panen yang memuaskan.

“Keberhasilan panen sekitar 40 ikat kangkung hidroponik ini membuktikan bahwa Warga Binaan mampu memanfaatkan masa pembinaan dengan kegiatan yang positif dan produktif. Kami berharap, keterampilan yang diperoleh ini dapat menjadi bekal yang sangat bermanfaat ketika mereka nanti kembali bermasyarakat,” ujar Tersih.

Menurutnya, program pembinaan kemandirian tidak sekadar bertujuan mengisi waktu selama menjalani masa pidana, tetapi lebih dari itu, memberikan keahlian yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun sumber penghasilan setelah mereka bebas nanti.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpaty S. Mouw menjelaskan, budidaya hidroponik terus dikembangkan sebagai salah satu program unggulan pembinaan, karena cara penerapannya yang relatif mudah serta memiliki nilai ekonomi yang cukup baik.

“Kami senantiasa memberikan pendampingan kepada Warga Binaan, mulai dari proses penyemaian, pemeliharaan, hingga tahap panen. Melalui kegiatan ini, mereka dapat memahami teknik budidaya hidroponik secara langsung, dan sekaligus meningkatkan keterampilan di bidang pertanian,” kata Merpaty.

Ia menambahkan, selain memberikan pengalaman dan praktik langsung, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama di kalangan Warga Binaan dalam merawat tanaman hingga siap dipanen.

Para Warga Binaan yang terlibat dalam program ini tampak antusias mengikuti seluruh proses panen.

Hasil panen kangkung hidroponik tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan Lapas Wahai.

Keberhasilan panen ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di Lapas Wahai tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga pengembangan keterampilan yang bernilai guna.

Melalui kegiatan produktif seperti budidaya hidroponik, Warga Binaan diharapkan memiliki bekal yang cukup, untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bermanfaat setelah kembali ke tengah masyarakat.

Example 400x400