Jakarta | MantikNews.com – Majalah bisnis internasional Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia berdasarkan pembaruan data per Rabu, 20 Mei 2026. Dalam daftar terbaru tersebut, taipan batu bara Low Tuck Kwong menempati posisi teratas sebagai orang terkaya di Indonesia.
Konglomerat dan pengusaha kakap asal Singapura yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Ia dikenal luas sebagai pendiri dan pemilik utama PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Forbes, kekayaan Low Tuck Kwong tercatat mencapai 16 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp283,2 triliun, menjadikannya sebagai pemilik harta terbesar di Indonesia saat ini.
Posisi kedua ditempati pengusaha perbankan Robert Budi Hartono dengan total kekayaan sebesar 15,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp274,3 triliun.
Sementara itu, konglomerat sektor energi dan petrokimia Prajogo Pangestu berada di posisi ketiga dengan kekayaan mencapai 15,2 miliar dollar AS atau setara Rp269 triliun, turun dari posisi sebelumnya.
Daftar ini menunjukkan persaingan ketat para taipan Indonesia di sektor energi, perbankan, teknologi, hingga industri manufaktur.
Daftar 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes (20 Mei 2026)
1. Low Tuck Kwong
Kekayaan: 16 miliar dollar AS (sekitar Rp283,2 triliun)
2. Robert Budi Hartono
Kekayaan: 15,5 miliar dollar AS (sekitar Rp274,3 triliun)
3. Prajogo Pangestu
Kekayaan: 15,2 miliar dollar AS (sekitar Rp269 triliun)
4. Anthoni Salim
Kekayaan: 10,5 miliar dollar AS (sekitar Rp185,8 triliun)
5. Tahir dan keluarga
Kekayaan: 9,3 miliar dollar AS (sekitar Rp164,6 triliun)
6. Sri Prakash Lohia
Kekayaan: 8,7 miliar dollar AS (sekitar Rp154 triliun)
7. Otto Toto Sugiri
Kekayaan: 7,6 miliar dollar AS (sekitar Rp134,5 triliun)
8. Marina Budiman
Kekayaan: 5,4 miliar dollar AS (sekitar Rp95,6 triliun)
9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
Kekayaan: 4,4 miliar dollar AS (sekitar Rp77,9 triliun)
10. Sukanto Tanoto
Kekayaan: 4,2 miliar dollar AS (sekitar Rp74,3 triliun)
Daftar terbaru Forbes ini memperlihatkan dominasi para konglomerat Indonesia yang bergerak di sektor sumber daya alam, perbankan, teknologi digital, hingga manufaktur.
Kekayaan para taipan tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi harga saham, kondisi pasar global, nilai tukar mata uang, serta kinerja bisnis di berbagai sektor strategis.
Pembaruan daftar orang terkaya versi Forbes dilakukan secara berkala mengikuti pergerakan aset dan valuasi perusahaan yang dimiliki para miliarder dunia, termasuk Indonesia. ***













