Connect with us

BERITA

Tarling di Al Muhajirin Tri Adhianto Tekankan Konsep Terpadu Penanganan Banjir di Bekasi Barat

Published

on

Wali Kota Bekasi H. Tri Adhianto Tjahyono. (Foto: Dik/Mantik)
Example 300x300

Kota Bekasi | MantikNews.com  – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan pentingnya konsep terpadu dalam penanganan banjir di wilayah Bekasi Barat. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Jami Al-Muhajirin, Kota Baru, Bekasi Barat, dalam rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Bekasi.

Dalam sambutannya, Tri menyatakan persoalan banjir tidak dapat diselesaikan secara parsial maupun berdasarkan segmentasi wilayah semata. Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, mendorong peran aktif Forum RW untuk menyusun konsep penanganan menyeluruh, mulai dari normalisasi saluran air, pelebaran drainase, hingga pembangunan infrastruktur pendukung lainnya.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama jajarannya.

“Persoalan banjir harus diselesaikan secara komprehensif. Tidak cukup hanya penanganan jangka pendek, tetapi perlu konsep besar yang terintegrasi,” ujar Tri.

Ia menekankan, pendekatan terintegrasi diperlukan agar solusi yang dihasilkan tidak bersifat sementara, melainkan berdampak jangka panjang terhadap pengurangan risiko banjir di kawasan rawan.

Selain isu banjir, Tri juga menyoroti percepatan perbaikan infrastruktur jalan di sejumlah titik, termasuk Bekasi Timur dan Jatiasih. Ia memastikan proyek yang telah dianggarkan dalam APBD akan terus dikawal agar berjalan sesuai perencanaan.

Untuk menjamin partisipasi publik, Pemkot Bekasi membuka kanal aduan masyarakat melalui saluran resmi pemerintah maupun media sosial pribadi wali kota yang disebutnya aktif selama 24 jam.

Di sektor penerangan jalan, Pemkot Bekasi telah menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk menambah lampu penerangan jalan umum (PJU) guna meningkatkan keamanan lingkungan. Pemerintah juga meminta masyarakat segera melaporkan titik yang belum terpasang atau mengalami kerusakan.

“Kalau ada yang belum terpasang, segera laporkan. Sepanjang memungkinkan dan tersedia anggaran, akan kita tindak lanjuti,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Tri turut memaparkan capaian solidaritas sosial masyarakat selama Ramadan. Penggalangan infak dan sedekah berhasil menghimpun Rp5,1 miliar untuk bantuan kemanusiaan, dengan Rp600 juta di antaranya telah disalurkan. Selain itu, aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Bekasi menggalang Rp1,8 miliar untuk penggantian karpet masjid.

Secara pribadi, Tri juga menyatakan komitmennya membantu pembangunan rumah warga terdampak angin kencang melalui donasi rutin setiap bulan.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum memperkuat gotong royong dan kepedulian sosial dalam membangun Kota Bekasi.

“Ramadan harus menjadi momentum berbagi dan memperkuat kepedulian sosial. Insyaallah, kita gotong royong membangun kota ini bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Jami Al-Muhajirin, Lilik Purwosusanto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Bekasi dalam rangkaian Tarling Ramadan 1447 Hijriah di masjid tersebut.

Ketua DKM Masjid Jami Al Muhajirin Kota Baru, Kota Bekasi, H. Lilik Purwosusanto. (Foto: Dik/Mantik)

Menurut Lilik, kehadiran kepala daerah bersama jajaran Pemkot Bekasi menjadi kehormatan sekaligus bukti kedekatan pemimpin dengan masyarakat.

“Kami merasa bangga dan terhormat karena masjid kami menjadi salah satu titik awal kegiatan Tarling. Ini momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah dan jamaah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Masjid Jami Al-Muhajirin berada di kawasan strategis yang dikelilingi fasilitas publik, seperti Puskesmas Kota Baru dan sejumlah lembaga pendidikan. Selain sebagai tempat ibadah, masjid tersebut juga berfungsi sebagai pusat pembinaan umat dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Lilik turut mengapresiasi perhatian Pemkot Bekasi terhadap penanganan infrastruktur lingkungan, khususnya perbaikan saluran air yang sebelumnya kerap menyebabkan banjir di kawasan tersebut.

“Alhamdulillah, kini kondisi jauh lebih baik. Kami merasakan langsung dampaknya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, DKM juga menyampaikan kebutuhan pengembangan sarana masjid, antara lain penambahan penerangan dan pembangunan atap untuk area terbuka. Hingga kini, dana yang telah terkumpul dari jamaah sebesar Rp9,25 juta, sementara total kebutuhan pembangunan diperkirakan mencapai Rp120 juta.

“Kami berharap dukungan berbagai pihak agar fasilitas ibadah ini semakin nyaman dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Dik/TN)

Example 300x300
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *