BERITA

Sambut Pekan Literasi Global, Lapas Wahai Dorong Warga Binaan Gemar Membaca

Qiran
23
×

Sambut Pekan Literasi Global, Lapas Wahai Dorong Warga Binaan Gemar Membaca

Sebarkan artikel ini
Kegiatan membaca buku bersama di perpustakaan Lapas Wahai, Senin (26/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Pemanfaatan perpustakaan sebagai ruang belajar terus didorong Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, untuk mendukung pengembangan diri warga binaan. Salah satu upaya tersebut dilakukan, melalui kegiatan membaca buku bersama di perpustakaan lapas, Senin (26/10/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Pekan Literasi Media dan Informasi Global yang berlangsung setiap 24–31 Oktober, atas inisiatif UNESCO. Momentum tersebut dimanfaatkan, untuk menanamkan kesadaran mengenai pentingnya membaca, memperluas wawasan, serta memahami informasi secara tepat.

Dalam pelaksanaannya, petugas pembinaan Rahmatsyah Latief Ode bersama peserta MagangHub mendampingi warga binaan yang mengikuti kegiatan. Mereka diberi keleluasaan memilih buku berdasarkan ketertarikan masing-masing, sehingga aktivitas membaca dapat berlangsung sesuai minat dan kebutuhan pengetahuan.

Rahmatsyah mengatakan, keberadaan perpustakaan perlu dimanfaatkan secara maksimal sebagai fasilitas pendukung pembinaan. Menurutnya, membaca bukan hanya membantu seseorang memperoleh informasi baru, tetapi juga melatih konsentrasi dan membangun kebiasaan belajar yang bermanfaat.

Ia berharap, warga binaan semakin terdorong menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan selama menjalani masa pidana.

Peserta MagangHub, Muhammad Irfan turut menyampaikan tentang pentingnya pendampingan, dalam membangun ketertarikan warga binaan terhadap bahan bacaan. Ia berharap, kegiatan tersebut dapat menumbuhkan keinginan untuk terus belajar dan memperkaya pengetahuan, melalui buku-buku yang tersedia di perpustakaan.

Manfaat kegiatan itu juga dirasakan salah satu warga binaan berinisial SW. Ia mengaku, membaca memberinya kesempatan untuk mengenal berbagai hal baru, sekaligus mengisi waktu dengan kegiatan yang produktif.

SW berharap, kebiasaan tersebut dapat terus dikembangkan, agar pengetahuan yang diperoleh tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga menjadi pelajaran berharga dalam menjalani kehidupan ke depan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi menilai, budaya membaca memiliki kontribusi terhadap pembentukan kepribadian warga binaan. Melalui bahan bacaan, mereka dapat memperoleh informasi, memperluas sudut pandang, serta mengembangkan kemampuan berpikir sebagai bekal ketika kembali ke lingkungan sosial.

Ia menegaskan, perpustakaan harus difungsikan lebih dari sekadar tempat penyimpanan koleksi buku. Fasilitas tersebut perlu menjadi ruang pembelajaran yang dimanfaatkan secara berkelanjutan, untuk mendukung proses pembinaan.

“Kami ingin warga binaan menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik, setelah menyelesaikan masa pidana,” ujar La Joi.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya mengatakan, penguatan literasi merupakan bagian dari pembinaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas diri warga binaan.

Menurutnya, kemampuan membaca dan memahami informasi menjadi semakin penting di tengah perkembangan arus informasi yang begitu cepat. Karena itu, warga binaan perlu didorong untuk memperluas pengetahuan, sekaligus membangun kemampuan memahami informasi secara bijak.

Tersih berharap peringatan Pekan Literasi Media dan Informasi Global dapat menjadi pemicu bagi tumbuhnya kebiasaan membaca di lingkungan lapas, bukan hanya sebagai kegiatan sesaat, melainkan bagian dari aktivitas pembelajaran sehari-hari.

“Literasi memberikan kesempatan bagi warga binaan, untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Kami berharap, kebiasaan membaca dapat dipertahankan secara konsisten, sehingga menjadi bekal pengetahuan dan membantu mereka beradaptasi kembali di tengah masyarakat,” kata Tersih.

Melalui kegiatan tersebut, lanjut Tersih, Lapas Kelas III Wahai berupaya memperkuat fungsi perpustakaan sebagai sarana edukasi dalam proses pembinaan. Budaya membaca diharapkan, mampu membangun pola pikir yang lebih terbuka, meningkatkan pengetahuan, serta mendukung kesiapan warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan bermasyarakat secara positif.

Example 400x400