BERITA

Lapas Wahai Jadikan Pembinaan Iman sebagai Bekal Perubahan Warga Binaan

Qiran
20
×

Lapas Wahai Jadikan Pembinaan Iman sebagai Bekal Perubahan Warga Binaan

Sebarkan artikel ini
Ibadah bersama warga binaan Kristen dan petugas, di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Minggu (25/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Penguatan mental dan pembentukan karakter warga binaan menjadi salah satu perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Upaya tersebut dilakukan, melalui pembinaan keagamaan yang melibatkan pelayanan gereja, seperti ibadah bersama warga binaan Kristen dan petugas di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Minggu (25/10/2026).

Pelaksanaan ibadah ini merupakan hasil kerja sama dengan Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat Bethsan Wahai. Selain menjadi sarana peribadatan, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk memperdalam iman, sekaligus merefleksikan perjalanan hidup selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya mengatakan, pembinaan terhadap warga binaan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk melalui pendekatan spiritual yang dapat membantu mereka membangun kembali sikap dan perilaku positif.

Ia menegaskan, masa pembinaan bukan sekadar waktu untuk menjalani hukuman, melainkan kesempatan untuk mengevaluasi diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik, ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Karena itu, dia berharap, setiap kegiatan kerohanian dapat memberikan dampak terhadap perkembangan kepribadian warga binaan, terutama dalam menumbuhkan kesabaran, memperkuat keyakinan, dan membangun semangat menjalani kehidupan.

“Perubahan seseorang tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari kesadaran untuk memperbaiki diri. Melalui pembinaan rohani, kami berharap, warga binaan memiliki landasan iman yang kuat, untuk menjalani proses ini dan mempersiapkan masa depan mereka,” kata Tersih.

Dukungan terhadap pembinaan spiritual tersebut juga disampaikan Staf Subseksi Pembinaan, Frans Tepal. Ia menjelaskan, pendampingan keagamaan menjadi salah satu sarana, untuk membangun pola pikir yang lebih baik, serta menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan warga binaan.

Menurutnya, pesan yang disampaikan melalui ibadah diharapkan tidak berhenti sebagai pemahaman semata, tetapi dapat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik selama berada di dalam lapas maupun setelah kembali ke masyarakat.

Frans menambahkan, konsistensi dalam memberikan ruang bagi kegiatan keagamaan merupakan bagian dari upaya mempersiapkan warga binaan, agar mampu menjalani kehidupan sosial secara lebih bertanggung jawab.

Dalam ibadah tersebut, Pdt. Jhon Asomate, utusan pelayan firman dari Majelis Jemaat GPM Bethsan Wahai mengangkat bacaan Alkitab dari Kisah Para Rasul 27:14–26. Kisah Rasul Paulus yang menghadapi badai, ketika berada dalam perjalanan laut menjadi pesan utama dalam khotbahnya.

Melalui kisah tersebut, ia mengajak warga binaan, untuk tidak kehilangan keyakinan ketika menghadapi keadaan yang berat. Ia menekankan, bahwa keterbatasan dan kesulitan yang dialami saat ini tidak harus menjadi penghalang, untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Pdt. Jhon juga mengingatkan, bahwa pengalaman menjalani hukuman bukan berarti seseorang kehilangan kesempatan untuk berubah. Dengan tetap berpegang pada iman, menjaga ketabahan, dan menjalani proses pembinaan dengan sungguh-sungguh, warga binaan diharapkan mampu menatap masa depan dengan penuh pengharapan.

Pesan tersebut menjadi penguatan bagi para peserta ibadah, agar tetap memelihara optimisme, sekaligus menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan sekitar.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan diakhiri melalui doa bersama untuk memohon penyertaan Tuhan, keselamatan, serta kelancaran pelaksanaan pembinaan di Lapas Wahai.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas III Wahai bersama GPM Jemaat Bethsan terus mendorong pembinaan berbasis keagamaan sebagai bagian dari proses membentuk warga binaan yang berkarakter, memiliki harapan, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Example 400x400