BERITA

Hampir Dua Pekan Karhutla di Gunung Nona, Wali Kota Turun Langsung Pimpin Penanganan

Qiran
18
×

Hampir Dua Pekan Karhutla di Gunung Nona, Wali Kota Turun Langsung Pimpin Penanganan

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena turun langsung ke lokasi karhutla di kawasan Pensip, Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Minggu (11/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Pensip, Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, selama hampir dua pekan, masih membutuhkan penanganan intensif.

Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena turun langsung ke lokasi pada Minggu (11/10/2026), untuk memantau perkembangan kebakaran, sekaligus mengoordinasikan langkah pengendalian api.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota memastikan jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan upaya pemadaman.

Langkah ini difokuskan pada pengendalian titik api, agar kebakaran tidak merambat ke wilayah lain, dan menimbulkan dampak yang lebih luas.

Penanganan karhutla di kawasan perbukitan tersebut memerlukan kesiapan personel, dukungan peralatan, serta ketersediaan air untuk menunjang operasi pemadaman.

Kondisi itu membuat koordinasi antar lembaga menjadi bagian penting, dalam memastikan upaya pengendalian api dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain memantau kondisi di lapangan, Wali Kota turut mengarahkan koordinasi penanganan bersama perangkat daerah terkait.

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berupaya memastikan, setiap unsur yang terlibat dapat menjalankan tugas sesuai kebutuhan di lokasi, terutama selama api masih berpotensi menyebar.

BPBD Kota Ambon juga memberikan dukungan berupa pasokan air, untuk membantu petugas pemadam kebakaran.

Ketersediaan air tersebut dibutuhkan, guna menunjang proses pemadaman, khususnya ketika petugas harus melakukan penanganan secara berulang di area yang terdampak kebakaran.

Dalam peninjauan itu, Wali Kota didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon, Melvin Latuihamallo, serta Camat Nusaniwe, Niel Wattimena.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah tersebut, sekaligus mendukung pemantauan situasi dan koordinasi langkah penanganan karhutla di kawasan Gunung Nona.

Kebakaran yang berlangsung cukup lama ini menjadi perhatian, karena api berpotensi meluas apabila tidak segera dikendalikan.

Selain mengancam vegetasi dan kelestarian lingkungan, karhutla juga dapat menimbulkan dampak terhadap masyarakat, terutama apabila asap menyebar ke kawasan yang lebih luas.

Karena itu, upaya pemadaman perlu dibarengi dengan pemantauan secara berkala, untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Petugas juga perlu memastikan, kondisi di area terdampak tetap terkendali, setelah proses pemadaman dilakukan.

Di sisi lain, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas, yang berpotensi memicu kebakaran.

Membakar sampah di area terbuka, membuang puntung rokok sembarangan, maupun melakukan pembakaran tanpa pengawasan dapat meningkatkan risiko munculnya titik api baru, terutama pada kondisi lingkungan yang kering.

Pemkot Ambon terus mengandalkan koordinasi antara Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, serta perangkat daerah lainnya dalam menangani kebakaran tersebut.

Pemantauan dan dukungan operasional diperlukan hingga kondisi di kawasan Pensip, Gunung Nona, benar-benar terkendali.

Penanganan karhutla ini diharapkan, dapat mencegah meluasnya area yang terbakar, sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kesiapsiagaan petugas, serta partisipasi warga dalam mencegah kebakaran menjadi faktor penting, untuk mengurangi risiko kejadian serupa di wilayah Kota Ambon.

Example 400x400