BERITA

BRI Perluas Akses Kerja bagi 370 Penyandang Disabilitas di Sulsel

Qiran
19
×

BRI Perluas Akses Kerja bagi 370 Penyandang Disabilitas di Sulsel

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Inaugurasi Peserta Program Pelatihan dan Pemagangan untuk Penyandang Disabilitas di Wilayah Sulsel, yang digelar di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Kamis (3/9/2026) lalu. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali memperluas program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas, melalui program #BRISahabatDisabilitas.

Tahun ini, sebanyak 370 peserta mengikuti rangkaian pelatihan hingga pemagangan, sebagai bagian dari upaya membuka akses yang lebih luas terhadap dunia kerja.

Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memberikan pengalaman bekerja secara langsung di lingkungan profesional.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi, proses pendaftaran dan rekrutmen, serta assessment untuk memetakan kemampuan maupun kebutuhan peserta.

Setelah itu, peserta memperoleh pembekalan administrasi dan kewirausahaan melalui metode pembelajaran daring dan luring.

Vice President Corporate Social Responsibility PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Dinne Shovia Tresna Amalia mengatakan, pengalaman langsung di tempat kerja menjadi bagian penting, dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami ingin peserta tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar merasakan dunia kerja,” ujar Dinne, dalam kegiatan Inaugurasi Peserta Program Pelatihan dan Pemagangan untuk Penyandang Disabilitas di Wilayah Sulsel, yang digelar di Swiss-Belhotel Waterfront Makassar, Kamis (3/9/2026) lalu.

Setelah mengikuti inaugurasi, peserta dari sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan, yakni Makassar, Gowa, Takalar, Maros, dan Pangkajene, memasuki tahap pemagangan.

Pemagangan berlangsung mulai 4 September hingga 4 November 2026 dengan melibatkan perusahaan serta UMKM mitra.

Kegiatan tersebut diarahkan pada sektor Green Jobs dan Blue Economy, melalui kerja sama dengan BRIdge di Kota Makassar.

Menurut Dinne, keterlibatan peserta secara langsung dalam lingkungan kerja diharapkan dapat menjadi pengalaman penting, untuk membangun kompetensi, sekaligus memperluas akses mereka terhadap kesempatan kerja.

“Program ini bukan sekadar pelatihan, tetapi sebuah proses untuk membuka akses, dan memberikan pengalaman nyata menuju dunia kerja,” katanya.

Selama menjalani pemagangan, peserta juga memperoleh sejumlah dukungan. Selain mendapatkan pengalaman kerja dan kesempatan membangun jejaring, peserta menerima uang saku, serta perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang ditanggung, melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Perlindungan tersebut mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), selama peserta menjalani masa pemagangan.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Jayadi Nas menilai, inisiatif BRI sejalan dengan upaya pemerintah, dalam memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Kami mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BRI, yang telah menghadirkan program BRI Peduli, melalui kegiatan BRI Sahabat Disabilitas,” kata Jayadi.

Ia menyebut, pemerintah daerah juga telah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di lingkungan pemerintahan, dalam beberapa tahun terakhir.

Jayadi menilai, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi penting, agar penyandang disabilitas memperoleh ruang yang setara, untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan potensi yang dimiliki.

“Program ini memberikan ruang yang sama kepada seluruh warga negara kita tanpa terkecuali, termasuk sahabat disabilitas, untuk dapat mengekspresikan talenta dan potensi yang mereka miliki,” ujarnya.

Example 400x400