BERITA

Wali Kota Ambon: Menjaga Kedamaian Bukan Hanya Tugas Aparat

Qiran
17
×

Wali Kota Ambon: Menjaga Kedamaian Bukan Hanya Tugas Aparat

Sebarkan artikel ini
Rakor Forkopimda dan FKUB Kota Ambon, yang berlangsung di Ruang ULA, Balai Kota Ambon, Rabu (16/9/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena meminta seluruh elemen masyarakat, untuk mengambil peran dalam menjaga keamanan, ketenteraman, dan kedamaian di Kota Ambon, yang memiliki karakter masyarakat majemuk dan heterogen.

Pernyataan tersebut disampaikan Wali Kota dalam arahannya, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Ambon, yang berlangsung di Ruang ULA, Balai Kota Ambon, Rabu (16/9/2026).

Menurut Wali Kota, kondisi tersebut menuntut adanya kesadaran bersama, untuk menjaga kerukunan agar perbedaan yang ada tidak berkembang menjadi persoalan, yang dapat mengganggu kehidupan sosial masyarakat.

“Kita harus berupaya memastikan kota ini tetap aman, tenteram, dan damai dalam bingkai hidup bersaudara, agar semua warga dapat beraktivitas dengan nyaman. Pemerintah pun dapat fokus bekerja, demi kepentingan masyarakat,” ujar Wali Kota.

Wali Kota menegaskan, menjaga kondisi kota agar tetap kondusif tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat keamanan.

Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga kemasyarakatan hingga warga memiliki tanggung jawab yang sama, untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.

Ia juga mengingatkan tentang pentingnya mengubah pola penanganan persoalan sosial, dari yang sebelumnya lebih banyak bersifat reaktif menjadi upaya pencegahan sejak dini.

Menurut Wali Kota, kehadiran pemerintah maupun unsur terkait setelah sebuah persoalan terjadi memang diperlukan, termasuk melalui pemberian bantuan, dukungan maupun imbauan untuk mengembalikan suasana damai.

Namun, langkah tersebut tidak cukup jika tidak disertai dengan upaya mencegah munculnya persoalan serupa.

“Sudah saatnya kita beralih dari sikap reaktif menjadi langkah preventif. Peran tokoh agama, alim ulama, pendeta, dan seluruh pihak terkait sangat penting, untuk memberikan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat, agar kita saling memahami perbedaan yang ada,” tegasnya.

Wali Kota menilai edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu instrumen penting, dalam membangun kesadaran bersama.

Pemahaman terhadap keberagaman dinilai perlu terus diperkuat, sehingga perbedaan agama, budaya maupun latar belakang sosial tidak menjadi sumber perpecahan.

“Dalam konteks tersebut, tokoh agama dinilai memiliki posisi strategis, karena berinteraksi langsung dengan masyarakat,” tegas Wali Kota.

Pesan-pesan mengenai toleransi, persaudaraan dan pentingnya menjaga kedamaian diharapkan, dapat terus disampaikan melalui berbagai ruang kehidupan masyarakat.

Wali Kota juga mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam pertemuan tersebut, termasuk perwakilan agama, budaya dan lembaga kemasyarakatan.

Dia menyebut, keterlibatan banyak pihak menjadi modal penting, untuk membangun kesepahaman dalam menjaga kerukunan di Kota Ambon.

Ia berharap, forum tersebut tidak berhenti sebagai ruang pertemuan, tetapi dapat menghasilkan langkah konkret dan memperkuat koordinasi antar elemen masyarakat, dalam mencegah potensi konflik maupun gangguan keamanan.

Wali Kota menegaskan, terciptanya suasana kota yang aman dan damai akan memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah, untuk menjalankan program pembangunan dan pelayanan publik.

Sebaliknya, kondisi sosial yang tidak kondusif dapat mengganggu aktivitas masyarakat, sekaligus menghambat pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan.

“Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk menjadikan kerukunan dan persaudaraan sebagai tanggung jawab bersama, dengan mengedepankan pencegahan, komunikasi dan pemahaman terhadap perbedaan yang ada di tengah masyarakat,” ajak Wali Kota.

Example 400x400