BERITA

Mony: Potensi Ekonomi Maluku Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

Qiran
11
×

Mony: Potensi Ekonomi Maluku Harus Berujung pada Kesejahteraan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Dialog Energizing Maluku 2026,yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (12/9/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Ketua Umum BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Mohammad Reza Mony menegaskan, bahwa besarnya potensi ekonomi Maluku harus mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dengan membuka akses lebih luas bagi pelaku usaha lokal menuju pasar nasional hingga ekspor.

Hal itu disampaikan Mony, saat mengikuti dialog Energizing Maluku 2026,yang berlangsung di Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (12/9/2026).

Mony mengatakan, Maluku memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan daerah.

Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat maksimal, apabila tidak dibarengi dengan sistem yang mampu mempertemukan produk lokal, dengan pasar yang lebih luas.

Menurutnya, pelaku usaha di Maluku membutuhkan dukungan yang tidak sebatas pada kebijakan, tetapi juga akses pasar, permodalan, kemitraan serta pendampingan, agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produknya.

“Bangun ekonomi lokal dan membantu masyarakat. Pelaku usaha bisa memasarkan hasil industri maupun perdagangan, bisa lebih mudah dan dipasarkan secara nasional maupun ekspor,” ujar Mony.

Ia menilai, persoalan utama yang harus dijawab bersama bukan lagi sekadar bagaimana menggali potensi daerah, tetapi bagaimana menciptakan ekosistem yang membuat potensi tersebut dapat diolah dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Maluku.

Karena itu, Mony mendorong adanya keterlibatan aktif pemerintah, perusahaan, perbankan dan dunia usaha, dalam membuka ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.

Menurut Mony, perusahaan yang beroperasi di Maluku juga memiliki peran strategis, dalam memperkuat ekonomi daerah.

Kehadiran perusahaan diharapkan, tidak hanya berorientasi pada aktivitas bisnis, tetapi juga dapat membangun kemitraan dengan pelaku usaha lokal, serta melibatkan mereka dalam rantai pasok.

“Perusahaan jangan hanya melihat Maluku sebagai tempat menjalankan usaha, tetapi juga harus ikut membangun ekosistem ekonomi daerah. Pelaku usaha lokal harus diberi ruang, untuk tumbuh dan masuk dalam rantai ekonomi yang lebih besar,” katanya.

Mony menambahkan, akses pasar merupakan salah satu faktor penting, dalam menentukan keberlanjutan usaha masyarakat. Produk lokal yang memiliki kualitas, dan potensi ekonomi harus didorong agar tidak hanya berputar di pasar Maluku.

Ia berharap, hasil dialog Energizing Maluku 2026 tidak berhenti pada pembahasan mengenai potensi, dan tantangan ekonomi daerah.

Menurutnya, forum tersebut harus menjadi momentum, untuk melahirkan langkah konkret yang dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan masyarakat.

“Potensi lokal kita besar. Jangan sampai kekayaan dan hasil produksi masyarakat hanya berhenti di daerah. Harus ada keberanian membuka jalan, agar produk Maluku masuk pasar nasional bahkan ekspor,” tegas Mony.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, UMKM, pemuda dan masyarakat menjadi bagian penting, dalam mempercepat transformasi ekonomi Maluku.

“Kalau ingin ekonomi lokal benar-benar tumbuh, maka kolaborasi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan berhenti sebagai wacana,” tandas Mony.

Example 400x400