BERITA

Situasi Memanas, Puluhan Rumah di Patahuwe Terbakar

Qiran
16
×

Situasi Memanas, Puluhan Rumah di Patahuwe Terbakar

Sebarkan artikel ini
Sejumlah rumah dan bangunan di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten SBB terbakar, Jumat (11/9/2026) malam. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Situasi di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), berubah mencekam pada Jumat (11/9/2026) malam.

Ketegangan yang melibatkan massa pemuda dari Desa Lisabata dan Desa Patahuwe berujung pada kebakaran, yang menghanguskan sejumlah rumah dan bangunan milik warga.

Kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 18.30 WIT, setelah sebelumnya terjadi konsentrasi massa di sekitar wilayah tersebut. Hingga sekitar pukul 19.01 WIT, api dilaporkan masih membakar sejumlah bangunan di dalam Desa Patahuwe.

Ketegangan disebut mulai terjadi sekitar pukul 16.25 WIT. Informasi awal yang diterima menyebutkan, situasi dipicu persoalan kebakaran lahan yang diduga berkaitan dengan lahan milik warga Desa Lisabata berinisial atau bernama Ibe Lohy.

Persoalan tersebut kemudian berkembang, setelah sejumlah pemuda dari Desa Lisabata bergerak menuju wilayah Desa Patahuwe. Dalam laporan awal dari lapangan, sebagian massa disebut membawa senjata tajam berupa parang dan tombak.

Kedatangan massa membuat suasana di sekitar pintu masuk Desa Patahuwe semakin tegang. Massa dari kedua desa, kemudian berkonsentrasi di titik yang berbeda.

Pemuda Desa Lisabata dilaporkan berada di sekitar kawasan tersebut, sementara pemuda Desa Patahuwe melakukan penjagaan dari dalam desa.

Di tengah situasi yang belum terkendali itu, kebakaran kemudian terjadi. Api terlihat membakar rumah dan sejumlah bangunan warga di Desa Patahuwe.

Personel Polsek Taniwel bersama Koramil 1513-02/Taniwel langsung berada di lokasi. Aparat dikerahkan, untuk meredam potensi bentrokan, sekaligus mengendalikan situasi keamanan di tengah ketegangan kedua kelompok.

Data sementara yang dihimpun dari lokasi menunjukkan jumlah bangunan yang terdampak cukup banyak.

Sejumlah nama yang tercatat dalam pendataan awal antara lain Berty Patiwalapia, Mama Popy Poly, Mama Kete, Naldo Sukate, Yepta Tanik Wele, Pendi, Jemi Belen yang tercatat memiliki pondok, Mama Lis Aimoly, Ampi Latue, Tomas Betlora, Lamder Titabano, Prejon Upuy, Regen Mahuwe, Ibu Rut Sosale, Mm Ete Lumoly, Hendrik Katalane, Abfon Latue yang disebut sebagai Raja, Pastori Jemaat, Ibu Yuluana Naene, Selfuanus Naene, Tinus Upuy, Cak Upuy, Niko Upuy, Panyo Upuy, Panus Kakai, Simon Hehatubun dan Yosep Upuy.

Namun, data tersebut masih merupakan catatan awal dari lapangan, dan belum dapat disebut sebagai data resmi.

Kondisi masing-masing bangunan juga belum diketahui secara pasti. Sebagian mungkin terbakar total, sementara lainnya dapat mengalami kerusakan sebagian, atau terdampak akibat kobaran api.

Sampai saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai titik awal api maupun penyebab pasti kebakaran. Demikian pula jumlah korban jiwa, korban luka-luka dan nilai kerugian material masih dalam proses pendataan.

Polres Seram Bagian Barat telah dikonfirmasi terkait kejadian tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi kepolisian mengenai jumlah pasti bangunan yang terbakar maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Karena itu, berbagai informasi mengenai rangkaian kejadian dan dugaan keterlibatan pihak tertentu masih harus ditempatkan sebagai informasi awal dari lapangan.

Hal tersebut belum dapat dijadikan sebagai kesimpulan mengenai siapa yang menjadi pelaku, atau pihak yang bertanggung jawab secara hukum.

Aparat keamanan kini masih melakukan pengamanan di wilayah Desa Patahuwe, untuk mencegah ketegangan antara warga kedua desa kembali meningkat.

Pendataan terhadap warga dan bangunan terdampak, serta penyelidikan mengenai peristiwa kebakaran masih berlangsung.

Perkembangan terbaru mengenai kondisi keamanan, jumlah rumah yang terbakar, korban dan kerugian material masih menunggu keterangan resmi aparat, serta pemerintah setempat.

Example 400x400