Scroll untuk baca artikel

BERITA

POGI Maluku Dorong Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Kehamilan

Qiran
81
×

POGI Maluku Dorong Pencegahan Stunting Dimulai Sebelum Kehamilan

Sebarkan artikel ini
Kegiatan pemeriksaan dan intervensi kesehatan bagi ibu hamil yang digelar POGI bersama PT Pegadaian dan Dinas Kesehatan Kota Ambon, di Puskesmas Rumah Tiga, Kota Ambon, Jumat (21/8/2026). Foto-Qiran/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Provinsi Maluku, dr. Janne Pattiasina menegaskan, upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak sebelum kehamilan, bukan baru setelah anak dilahirkan.

Menurutnya, intervensi perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak masa prakonsepsi, kehamilan hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan.

Pernyataan tersebut disampaikan dr.Janne saat kegiatan pemeriksaan dan intervensi kesehatan bagi ibu hamil yang digelar POGI bersama PT Pegadaian dan Dinas Kesehatan Kota Ambon, di Puskesmas Rumah Tiga, Kota Ambon, Jumat (21/8/2026).

Menurut dr.Janne, persoalan stunting perlu mendapat perhatian sejak dini, karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak.

Stunting juga berpotensi memengaruhi proses tumbuh kembang, serta kemampuan anak dalam menjalani kehidupan dan berkompetisi pada masa mendatang.

“Stunting bukan hanya seperti lahir dengan tubuh yang pendek. Tetapi stunting memiliki risiko terhadap keterlambatan perkembangan dan kemampuan anak, untuk berkompetisi di masa depan,” ujar dr.Janne.

Ia menjelaskan, kondisi kesehatan ibu selama kehamilan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, dalam upaya mencegah terjadinya stunting.

Anemia, kekurangan gizi, serta kurang optimalnya pemeriksaan kehamilan, atau antenatal care (ANC) dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan janin.

Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan melalui intervensi yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya kelompok ibu hamil.

Dalam kegiatan tersebut, ibu hamil mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengukuran tekanan darah, suhu tubuh, berat badan, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), serta pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk mengetahui risiko kekurangan gizi.

Selain pemeriksaan, para peserta juga memperoleh konseling dan edukasi kesehatan, termasuk mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi selama masa kehamilan. Peserta turut mendapatkan suplemen, sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

dr.Janne mengatakan, kegiatan seperti ini penting, karena memungkinkan tenaga kesehatan melakukan deteksi lebih awal terhadap kondisi ibu hamil, sekaligus memberikan edukasi yang dibutuhkan.

Ia menilai, upaya pencegahan stunting tidak akan optimal, apabila hanya dibebankan kepada satu pihak. Kolaborasi antara organisasi profesi, pemerintah dan dunia usaha menjadi bagian penting, untuk memperluas jangkauan intervensi kepada masyarakat.

“Kalau berjalan sendiri, keberhasilannya tentu berbeda, dibandingkan dengan berkolaborasi. Kegiatan untuk menekan stunting akan lebih berhasil, apabila kita bekerja sama, misalnya PT Pegadaian, POGI dan Dinas Kesehatan,” katanya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor juga diperlukan, agar intervensi kesehatan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan semata, tetapi dapat berlanjut melalui edukasi dan pendampingan yang berkesinambungan.

“Kami berharap, ke depannya kami juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan seperti ini, sehingga kami bisa turun langsung dan memberikan intervensi kepada masyarakat,” ujar dr.Janne.

Ia menambahkan, kegiatan bersama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.

Intervensi sejak masa sebelum kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan dinilai, menjadi langkah penting dalam membangun fondasi kesehatan anak.

Program kolaborasi POGI dan PT Pegadaian ini juga tidak hanya berlangsung di Ambon. Kegiatan serupa dilaksanakan melalui 36 cabang POGI di berbagai wilayah Indonesia, dengan sasaran sekitar 1.000 hingga 1.800 ibu hamil.

dr.Janne menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan serta pimpinan dan tenaga kesehatan Puskesmas Rumah Tiga, yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia juga mengapresiasi para ibu hamil yang hadir, dan mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan.

Ia berharap, kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan, sehingga intervensi kesehatan bagi ibu dan anak dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

Dengan pendekatan yang dimulai sejak sebelum kehamilan, masa kehamilan hingga periode 1.000 hari pertama kehidupan, upaya pencegahan stunting diharapkan dapat dilakukan secara lebih menyeluruh untuk mendukung lahirnya generasi Maluku dan Indonesia yang sehat, tumbuh optimal dan berkualitas.

Example 400x400