AMBON | MantikNews.com – Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menghasilkan capaian positif. Sebanyak 10 kilogram tomat berhasil dipanen dari kebun pembinaan Lapas Wahai, Rabu (19/8/2026).
Panen tersebut menjadi hasil dari kegiatan budidaya pertanian, yang dikelola bersama oleh petugas dan warga binaan.
Tanaman tomat tetap mampu tumbuh dan menghasilkan buah, meskipun kondisi cuaca di wilayah Wahai dalam beberapa waktu terakhir cukup panas, dan minim curah hujan.
Untuk menjaga tanaman tetap berkembang, warga binaan secara rutin melakukan berbagai perawatan.
Penyiraman, pemberian pupuk, hingga pemantauan kondisi tanaman dilakukan secara teratur, agar pertumbuhan tomat tetap terjaga.
Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya yang turut memantau kegiatan panen memberikan apresiasi terhadap keterlibatan warga binaan, dalam mengelola lahan pertanian.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan, bahwa kegiatan pembinaan dapat mendorong warga binaan, untuk mengembangkan keterampilan, sekaligus membangun kebiasaan bekerja secara disiplin.
“Panen ini menjadi salah satu hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Yang terpenting bukan hanya hasil pertaniannya, tetapi bagaimana warga binaan belajar tekun, disiplin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan,” kata Tersih.
Staf Subseksi Pembinaan Kemandirian, George Riupassa menjelaskan, bahwa aktivitas pertanian memiliki nilai pembelajaran yang cukup besar bagi warga binaan.
Setiap tahapan, mulai dari perawatan hingga panen, menjadi bagian dari proses pembentukan keterampilan dan karakter.
Ia berharap, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program tersebut dapat dimanfaatkan warga binaan, sebagai bekal ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Pertanian memberikan pengalaman langsung kepada warga binaan, untuk memahami proses kerja dari awal sampai menghasilkan. Ada keterampilan yang mereka dapat, sekaligus nilai kedisiplinan dan tanggung jawab yang terbentuk,” ujarnya.
Dia menyebut, Lapas Wahai berkomitmen melanjutkan pengembangan pembinaan kemandirian, melalui sektor pertanian.
“Selain mendukung produktivitas lingkungan lapas, program tersebut diharapkan mampu membekali warga binaan dengan keterampilan praktis, yang dapat dikembangkan sebagai modal setelah menyelesaikan masa pembinaan,” tegas dia.
Salah satu warga binaan yang ikut mengelola kebun, WK, mengaku senang melihat hasil tanaman yang selama ini dirawat bersama.
Menurutnya, proses perawatan yang dilakukan secara rutin memberikan pengalaman tersendiri.
“Melihat hasil panen seperti ini membuat kami semakin semangat, untuk terus merawat tanaman dan belajar. Apa yang kami kerjakan ternyata bisa menghasilkan sesuatu,” tuturnya.
















