BERITA

Panen 32 Kilogram Mentimun, Lapas Wahai Kembangkan Pembinaan Pertanian Produktif

Qiran
26
×

Panen 32 Kilogram Mentimun, Lapas Wahai Kembangkan Pembinaan Pertanian Produktif

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 32 kilogram mentimun berhasil dipetik dari kebun Lapas Wahai, Senin (19/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Program pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali menghasilkan panen. Sebanyak 32 kilogram mentimun berhasil dipetik dari kebun lapas, Senin (19/10/2026), dengan hasilnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur, sekaligus dipasarkan kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Lapas Wahai mendorong produktivitas, melalui pemanfaatan lahan pertanian. Selain memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan, pengelolaan kebun tersebut juga diarahkan, untuk mendukung ketahanan pangan dan menghasilkan nilai ekonomi.

Proses panen ditinjau langsung oleh Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, bersama Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, jajaran staf, serta peserta Magang HUB Angkatan 1 Batch 2 dari Kementerian Ketenagakerjaan.

La Joi menjelaskan, hasil pertanian yang diperoleh tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga memiliki peluang pemasaran yang dapat menunjang keberlanjutan program pembinaan.

Dari total 32 kilogram mentimun yang dipanen, sebanyak 20 kilogram telah dipesan masyarakat sejak tiga hari sebelum panen. Adapun hasil panen yang tersisa akan dipasarkan melalui penyedia bahan makanan, untuk kebutuhan dapur Lapas Wahai.

Menurutnya, pendapatan dari penjualan tersebut akan kembali digunakan sebagai modal, untuk membeli bibit tanaman. Skema ini diharapkan membuat kegiatan pertanian dapat terus berjalan, tanpa bergantung sepenuhnya pada dukungan awal.

La Joi menilai, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian dapat memberikan manfaat konkret, apabila dikelola secara konsisten. Karena itu, ia berharap petugas dan warga binaan terus menjaga produktivitas, serta mengembangkan potensi pertanian yang tersedia.

Sementara itu, Muhammad Irfan, salah satu peserta Magang HUB menyambut positif kesempatan, untuk terlibat langsung dalam kegiatan panen. Baginya, pengalaman tersebut memberikan pemahaman praktis mengenai proses pertanian, sekaligus membuka wawasan tentang pengelolaan kegiatan produktif.

Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program magang dapat diterapkan setelah masa magang berakhir. Keterlibatan dalam kegiatan pertanian di lapas juga dinilainya sebagai kesempatan, untuk meningkatkan keterampilan dan mendukung upaya kemandirian pangan.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, turut mengapresiasi kerja sama petugas, peserta magang, dan warga binaan yang telah merawat tanaman hingga menghasilkan panen.

Menurut Tersih, keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa lingkungan pemasyarakatan dapat menjadi ruang untuk mengembangkan keterampilan, menumbuhkan etos kerja, dan menghasilkan produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

“Pembinaan kemandirian akan terus didorong agar warga binaan memperoleh bekal keterampilan yang dapat digunakan, ketika kembali menjalani kehidupan di luar lapas,” harap Tersih.

Tersih juga berharap, keterlibatan peserta magang dapat memberikan nilai tambah melalui pertukaran pengalaman dan pengetahuan. Sementara itu, warga binaan diharapkan terus mempertahankan kedisiplinan, ketekunan, dan semangat bekerja sebagai bagian dari persiapan membangun kehidupan yang lebih mandiri, setelah menyelesaikan masa pidana.

“Melalui pengembangan kebun produktif, Lapas Wahai berupaya mengintegrasikan pembinaan keterampilan dengan pemanfaatan hasil pertanian secara berkelanjutan. Panen mentimun kali ini diharapkan, menjadi motivasi untuk meningkatkan hasil produksi berikutnya, sekaligus memperluas manfaat program bagi warga binaan dan masyarakat sekitar,” harap Tersih.

Example 400x400