AMBON | MantikNews.com – Pembentukan kebiasaan hidup sehat menjadi salah satu perhatian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, dalam menjalankan program pembinaan bagi warga binaan. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Beranda Mesra, Kamis (22/10/2026), dengan melibatkan peserta MagangHub.
Kegiatan ini diarahkan, untuk meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai pentingnya menjaga kesehatan pribadi, sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang bersih dan nyaman.
Edukasi diberikan melalui penyampaian materi tentang perawatan diri, kebersihan kamar, serta penerapan kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu mencegah penyebaran penyakit.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta MagangHub turut mendorong warga binaan agar tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga menjadikannya sebagai bagian dari rutinitas selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi mengatakan, penerapan PHBS memiliki peran penting dalam membangun kesadaran warga binaan terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurutnya, kebiasaan hidup sehat perlu ditanamkan melalui langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menjaga kebersihan kamar, membuang sampah pada tempatnya, dan memperhatikan kebersihan diri merupakan tindakan yang dapat mendukung terciptanya lingkungan hunian yang lebih sehat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap, warga binaan semakin memahami bahwa kebersihan merupakan kebutuhan bersama. Kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan kamar, membuang sampah pada tempatnya, dan merawat kebersihan diri, dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan seluruh penghuni,” ungkap La Joi.
Keterlibatan peserta MagangHub dalam kegiatan tersebut juga menjadi sarana, untuk mendukung proses edukasi secara langsung. Selain memperoleh pengalaman di lingkungan pemasyarakatan, peserta magang dapat berkontribusi melalui penyampaian informasi yang bermanfaat bagi warga binaan.
Peserta MagangHub, Astri Yanti Talla menyampaikan, bahwa sosialisasi tersebut menjadi kesempatan untuk membagikan pengetahuan mengenai pola hidup bersih dan sehat, sekaligus mengajak Warga Binaan lebih peduli terhadap kondisi lingkungan hunian.

Ia berharap, edukasi yang diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata.
“Kami berharap, materi yang disampaikan tidak hanya dipahami saat sosialisasi, tetapi juga diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. PHBS dimulai dari kesadaran diri sendiri, dan akan memberikan manfaat bagi seluruh lingkungan hunian,” ujar Astri.
Respons positif juga disampaikan salah satu warga binaan berinisial PA. Ia menilai, kegiatan tersebut memberikan pemahaman tambahan mengenai hubungan antara kebersihan pribadi dan kesehatan bersama.
Menurut PA, menjaga kebersihan lingkungan hunian merupakan tanggung jawab seluruh penghuni. Karena itu, kebiasaan hidup bersih perlu diterapkan Bersama, agar lingkungan tetap terawat dan nyaman.
“Dari kegiatan ini, kami semakin memahami, bahwa menjaga kebersihan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Kami akan berusaha menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, agar lingkungan hunian tetap nyaman dan terhindar dari penyakit,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa pembinaan terhadap warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga mencakup pembentukan perilaku positif, termasuk kesadaran menjaga kesehatan dan lingkungan.
Ia menyatakan dukungan terhadap kegiatan edukatif yang dapat meningkatkan kualitas kehidupan warga binaan, selama berada di dalam Lapas. Menurutnya, penerapan pola hidup sehat merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan nyaman.
“PHBS merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan nyaman. Kami mendukung setiap kegiatan edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, termasuk melalui keterlibatan peserta magang. Harapannya, kesadaran menjaga kebersihan dapat menjadi kebiasaan yang terus diterapkan, baik selama berada di Lapas maupun ketika kembali ke tengah masyarakat,” tegas Tersih.
Melalui sosialisasi ini, Tersih berharap, kesadaran warga binaan terhadap pentingnya kebersihan semakin meningkat. Sinergi antara petugas pemasyarakatan dan peserta MagangHub juga diharapkan terus mendukung pelaksanaan pembinaan yang bermanfaat, terutama dalam membentuk perilaku hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.











