BERITA

Lapas Wahai Asah Kemampuan Bahasa Inggris Warga Binaan Lewat Permainan Interaktif

Qiran
28
×

Lapas Wahai Asah Kemampuan Bahasa Inggris Warga Binaan Lewat Permainan Interaktif

Sebarkan artikel ini
Suasana pembelajaran yang interaktif mewarnai kegiatan pembinaan warga binaan di Lapas Kelas III Wahai, Rabu (14/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Suasana pembelajaran yang interaktif mewarnai kegiatan pembinaan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Rabu (14/10/2026). Kali ini, kemampuan Bahasa Inggris peserta diuji melalui permainan edukatif Pass the Question yang didampingi peserta MagangHub Angkatan 2 Batch 1 Tahun 2026.

Metode pembelajaran tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap materi yang telah diberikan, dalam tiga pertemuan sebelumnya. Warga binaan didorong untuk mengingat kembali kosakata, memahami pertanyaan, serta memberikan jawaban berdasarkan pengetahuan yang telah diperoleh selama mengikuti pembelajaran.

Melalui permainan ini, proses evaluasi tidak hanya berfokus pada kemampuan peserta memahami materi, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk berlatih berkomunikasi dan membangun kepercayaan diri. Suasana belajar yang lebih santai diharapkan, membantu warga binaan terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi mengatakan, penilaian terhadap hasil pembelajaran diperlukan untuk mengetahui perkembangan peserta, sekaligus menentukan pendekatan yang tepat bagi kegiatan berikutnya.

Menurutnya, pembinaan yang efektif perlu disertai evaluasi agar materi yang diberikan benar-benar dipahami, dan dapat menjadi pengetahuan yang berguna bagi warga binaan.

“Melalui evaluasi ini, kami dapat melihat sejauh mana perkembangan pemahaman warga binaan, setelah mengikuti beberapa kali pertemuan. Kami berharap, metode pembelajaran yang interaktif seperti ini meningkatkan motivasi belajar, serta memberikan pengetahuan dan keterampilan bermanfaat bagi mereka,” ujarnya.

Peserta MagangHub, Risa yang bertugas membawakan materi pembelajaran menjelaskan, bahwa permainan Pass the Question digunakan untuk menguji pemahaman peserta dengan cara yang lebih menarik. Pendekatan tersebut sekaligus mendorong warga binaan, agar tidak ragu menunjukkan kemampuan mereka ketika menjawab pertanyaan.

Ia menuturkan, penguasaan bahasa asing membutuhkan latihan secara berulang. Karena itu, keterlibatan aktif peserta menjadi salah satu aspek yang diperhatikan, dalam kegiatan evaluasi tersebut.

“Kami ingin mengetahui sejauh mana warga binaan memahami materi yang telah dipelajari sebelumnya. Selain mengingat kembali kosakata Bahasa Inggris, mereka juga dilatih untuk lebih percaya diri, berani menjawab pertanyaan, dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran,” jelas Risa.

Antusiasme juga ditunjukkan salah satu warga binaan berinisial BR. Ia menilai, penggunaan permainan dalam pembelajaran membuat materi lebih mudah diingat, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari metode penyampaian biasa.

Menurut BR, kesempatan menjawab pertanyaan secara langsung membantunya mengingat kembali kosakata yang telah dipelajari, dalam pertemuan sebelumnya.

“Belajar melalui permainan seperti ini membuat kami lebih bersemangat. Kami bisa mengingat kembali kosakata yang sudah dipelajari, sekaligus mencoba menjawab pertanyaan secara langsung. Saya berharap, kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris seperti ini terus dilaksanakan,” ungkapnya.

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program pembinaan, yang berorientasi pada peningkatan kapasitas warga binaan. Ia menilai, penguasaan pengetahuan dan keterampilan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Tersih menegaskan, kegiatan pembelajaran tidak semata-mata bertujuan menambah wawasan, tetapi juga perlu membangun sikap positif, kemandirian, serta keberanian warga binaan untuk mengembangkan potensi diri.

“Kami terus mendukung program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Evaluasi yang dikemas secara interaktif tidak hanya membantu mengukur pemahaman mereka, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kepercayaan diri, dan semangat untuk terus belajar. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh menjadi bekal positif bagi mereka, untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Keterlibatan peserta MagangHub, dalam kegiatan tersebut turut memberikan dukungan terhadap variasi metode pembelajaran di lingkungan Lapas Wahai. Pendampingan ini diharapkan, dapat menciptakan proses belajar yang lebih dinamis, sekaligus mendorong warga binaan untuk terus mengembangkan kemampuan komunikasi.

Melalui evaluasi pembelajaran Bahasa Inggris ini, Lapas Wahai berupaya menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan rutin, tetapi juga memperhatikan pengembangan pengetahuan dan keterampilan. Upaya tersebut diharapkan, menjadi bagian dari persiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah menyelesaikan masa pidana.

Example 400x400