AMBON | MantikNews.com – Suasana berbeda mewarnai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, dalam rangkaian Pekan Aksi Merdeka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebanyak delapan tim perwakilan kamar hunian beradu kemampuan, dalam turnamen gawang mini yang berlangsung di lapangan blok Lapas Wahai, Rabu (12/8/2026).
Turnamen yang digelar selama tiga hari tersebut menjadi salah satu kegiatan rekreasional bagi warga binaan, sekaligus wadah untuk membangun kekompakan, sportivitas, dan suasana kebersamaan di lingkungan Lapas.
Partai puncak mempertemukan Kamar 6 dan Kamar 1 setelah keduanya melewati rangkaian pertandingan sebelumnya. Duel berlangsung sengit, dengan dukungan meriah dari warga binaan maupun petugas yang menyaksikan jalannya pertandingan.
Kamar 6 akhirnya memastikan diri sebagai juara, setelah menundukkan Kamar 1 dengan skor 2-1 melalui drama adu penalti.
Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya mengungkapkan, bahwa kegiatan olahraga tersebut tidak semata-mata diarahkan, untuk menentukan pemenang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan aktivitas positif bagi warga binaan.
Menurutnya, kegiatan bersama seperti turnamen olahraga dapat menjadi sarana, untuk mengurangi kejenuhan, sekaligus memperkuat hubungan antar penghuni dan petugas.
“Kegiatan ini bukan hanya soal menang dan kalah. Kami ingin warga binaan dapat menikmati suasana kebersamaan, membangun sportivitas, dan tetap menjaga keamanan serta ketertiban di dalam Lapas,” ujar Tersih.
Dia berharap, kegiatan dalam rangka Pekan Aksi Merdeka tersebut dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan.
“Selain menjadi hiburan, aktivitas olahraga diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan, serta mendukung terciptanya situasi lapas yang tertib, aman, dan kondusif.
Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi menambahkan, keterlibatan seluruh kamar dalam kompetisi menunjukkan respons positif warga binaan, terhadap program pembinaan yang diberikan.
Ia menilai, pertandingan olahraga juga dapat melatih kerja sama, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga sikap selama berkompetisi.
“Antusiasme delapan kamar sangat baik. Selama pertandingan, kami melihat semangat kerja sama dan kedisiplinan, yang ditunjukkan para warga binaan. Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari pembinaan yang memberikan ruang bagi mereka untuk beraktivitas secara positif,” jelasnya.
Dari kubu juara, perwakilan Kamar 6, AD, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan timnya. Ia menyebut, kemenangan tersebut tidak lepas dari kekompakan, dan kerja sama seluruh anggota tim.
“Kami tentu senang bisa menjadi juara. Yang paling penting adalah, kekompakan selama pertandingan. Kami juga berterima kasih kepada pihak lapas, karena memberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan seperti ini,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Kamar 1, IR mengaku, tetap menikmati pertandingan meski timnya harus mengakui keunggulan lawan pada laga final.
Menurutnya, turnamen tersebut memberikan pengalaman menyenangkan bagi para warga binaan, karena dapat berolahraga sekaligus berkumpul dalam suasana yang lebih santai.
“Kami memang belum berhasil menjadi juara, tetapi pertandingan berlangsung sangat seru. Kami tetap senang, karena bisa bermain bersama dan menikmati kegiatan ini,” ujarnya.













